Berita Riau

Ditpolair Polda Riau Tangkap 7 Kapal Asal Sumut yang Menjaring Ikan di Perairan Rohil Tanpa SIPI

Sebanyak 7 unit kapal pencari ikan asal Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), kedapatan menjaring ikan di Rohil Riau

Ditpolair Polda Riau Tangkap 7 Kapal Asal Sumut yang Menjaring Ikan di Perairan Rohil Tanpa SIPI
istimewa
7 unit kapal pencari ikan asal Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), kedapatan menjaring ikan di perairan Panipahan, Kabupaten Rohil, Riau. 

Ditpolair Polda Riau Tangkap 7 Kapal Asal Sumut yang Menjaring Ikan di Perairan Rohil Tanpa SIPI

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 7 unit kapal pencari ikan asal Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), kedapatan menjaring ikan di perairan Panipahan, Kabupaten Rohil, Riau.

Pasalnya ketujuh kapal ini diketahui menjaring ikan di wilayah perairan Riau, tanpa surat izin penangkapan ikan (SIPI) yang diterbitkan oleh pemerintah provinsi Riau.

Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Polisi Air Daerah Riau AKBP Wawan Setiawan menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan, nakhoda kapal-kapal kayu berukuran cukup besar dengan bobot hingga 30 gross tonnage (GT) itu, hanya mengantongi SIPI dari Pemda Sumut.

STORY - Cleo Menuju Vietnam, Perkuat Indonesia pada Ajang IMSO 2019

7 unit kapal pencari ikan asal Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), kedapatan menjaring ikan di perairan Panipahan, Kabupaten Rohil, Riau.
7 unit kapal pencari ikan asal Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), kedapatan menjaring ikan di perairan Panipahan, Kabupaten Rohil, Riau. (istimewa)

"SIPI tersebut harusnya hanya berlaku untuk di wilayah perairan Sumut saja, tidak untuk di Riau," kata Wawan, Sabtu (2/11/2019).

Tujuh nakhoda kapal diamankan. Mereka masing-masing bernama Sinyanto (46) nakhoda KM Asahan Jaya, Rahmat (60) nakhoda KM Hasil Bersama, Suhendra (32) nakhoda KM Sean Bersama dan Rusmin (40) nakhoda KM Savio Bersama.
Selanjutnya Toni (56) nakhoda KM Cahaya Laut, Rustam (40) nakhoda KM Gemilang dan Mangasa Siregar (41) nakhoda KM Lautan Rezeki.

Diungkapkannya, tujuh kapal pendatang ini kedapatan melaut di perairan Riau, saat tim dari Ditpolair Polda Riau melakukan patroli rutin, Kamis (31/10/2019) petang.

Petugas curiga melihat tujuh kapal itu melakukan aktivitas secara bersamaan di sekitar lokasi.

Mochamad Iriawan Jadi Ketua PSSI 2019-2023, Inilah Sepak Terjang dan Profil Iwan Bule

Alhasil, petugas mendekati ketujuh kapal tersebut, serta melakukan pemeriksaan terhadap ABK dan dokumen.

"Ternyata ketujuh kapal tersebut tidak memiliki SIPI terbitan Pemda Riau," sebutnya.

Wawan memaparkan, tujuh kapal itu pun langsung digiring ke Mako Satuan Polair Polres Rohil.

Setelah dilakukan pendataan dan introgasi, kapal-kapal berikut para nakhodanya dibawa ke ke Mako Ditpolair Polda Riau di Pekanbaru untuk proses hukum lebih lanjut.

Wawan menambahkan, para nakhoda kapal itu diancam dengan Pasal 100 Jo Pasal 7 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved