Berita Riau

UMP Riau Rp 2.8 Juta, Buruh Sebut Belum Sesuai Kebutuhan Hidup Layak, UMK Bengkalis Naik 3.9 Persen

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Riau Juandi Hutauruk mengatakan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 8,5 persen

UMP Riau Rp 2.8 Juta, Buruh Sebut Belum Sesuai Kebutuhan Hidup Layak, UMK Bengkalis Naik 3.9 Persen
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
UMP Riau Rp 2.8 Juta, Buruh Sebut Belum Sesuai Kebutuhan Hidup Layak, UMK Bengkalis Naik 3.9 Persen 

UMP Riau Rp 2.8 Juta, Buruh Sebut Belum Sesuai Kebutuhan Hidup Layak, UMK Bengkalis Naik 3.9 Persen

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Riau Juandi Hutauruk mengatakan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 8,5 persen merupakan jaring pengaman untuk kenaikan upah minimum Kabupaten dan. kota (UMK).

Untuk itu, pihaknya masih berjuang di tingkat Kabupaten dan Kota agar UMK dan upah sektor yang ditetapkan sebagai rujukan dasar penggajian buruh berpihak terhadap para buruh.

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

 Cekcok dengan Suami, Ibu Muda di Riau Tega Pukul Putrinya yang Berumur 5 Tahun hingga Wajahnya Memar

 KPK Periksa Mantan Ketua DPRD dan 4 ASN di Riau, Terkait Tipikor Jembatan Waterfront City di Kampar

 ASN Pemprov Riau Terciduk Bolos, Wagubri Edy Natar Nasution 20 Kali Lakukan Sidak Sejak Menjabat

 PELAKU Pembunuhan dan Sodomi di Riau Sidang Perdana di PN Pelalawan, Terdakwa Bunuh dan Kubur Korban

"Kenaikan UMP 8,5 persen jaring pengaman awal, acuan formula yang sudah diatur dalam PP 78 tahun 2015, namun kami masih berjuang untuk UMK dan upah sektor,"ujar Juandi Hutauruk kepada tribunpekanbaru.com Jumat (1/11).

Memurut Juandi Hutauruk, KSBSI menganggap itu hal yang wajar meskipun itu PP 78 menyandera dalam penetapan upah setiap tahunnya, karena diatur dengan sesuai pertumbuhan ekonomi, PDRB dan inflasi.

Namun penerapan ini akan berakhir tahun depan dan akan ada peraturan baru.

"Kita serikat buruh yang penting bagi kami pada UMK, kita akan berjuang ditingkat UMK dan upah sektor, saat ini masih digodok ditingkat Kabupaten dan Kota masing-masing,"jelas Juandi Hutauruk.

Saat ditanya apakah kenaikan UMP yang saat ini nilainya sekitar Rp2,8 juta untuk gaji buruh di Riau, menurut Juandi memang tidak sesuai lagi dengan kebutuhan hidup layak para buruh.

"Kalau kami melihat memang tidak sesuai lagi apalagi dilihat nilai harga barang dan animo masyarakat untuk beli juga menurun. Pendapatannya dengan harga barang tidak seimbang lagi, maka terjadi penghematan," jelas Juandi.

Halaman
123
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved