Berita Riau

Bupati Siak Sebut Sehari 50 Orang Meninggal, Penyalahgunaan Narkoba Bisa Berakibat Fatal

Penyuluhan bertujuan agar masyarakat dapat memahami bahaya narkoba, terlebih bagi kelangsungan generasi penerus bangsa.

Bupati Siak Sebut Sehari 50 Orang Meninggal, Penyalahgunaan Narkoba Bisa Berakibat Fatal
istimewa
Bupati Siak Alfedri memberikan penyuluhan terkait bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepada masyarakat Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Minggu (3/11/2019). 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri memberikan penyuluhan terkait bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepada masyarakat Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Minggu (3/11/2019).

Penyuluhan bertujuan agar masyarakat dapat memahami bahaya narkoba, terlebih bagi kelangsungan generasi penerus bangsa.

Di hadapan masyarakat, Alfedri menyebut penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal bagi semua kalangan masyarakat, baik orang tua, remaja maupun anak. Saat ini tidak ada satupun kampung bebas dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

"Kondisinya sudah berada di level kekhawatiran kita. Bahkan secara nasional tingkat kematian akibat narkoba rasionyo 50 kasus per 1 hari," kata dia.

Untuk itu, diperlukan tindakan serta upaya sosialisasi terkait bahayanya narkoba bagi masyarakat hingga ke ceruk-ceruk kampung.

"Senjata paling ampuh tentu saja dengan meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Memohon hidayah dan pertolongan agar diri kita dan keluarga, khususnya anak-anak kita usia remaja dijauhkan dari pengaruh buruk narkoba, serta memunculkan motivasi untuk mencintai diri dan kesehatan kita," kata Alfedri.

Menurut Alfedri, diperlukan peran semua selaku warga masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Ia juga menyebut peran pengawasan dari lingkungan sosial perlu ditingkatkan. Mengingat saat ini peredaran gelap Narkoba telah masuk ke dalam lingkungan sosial yang dan menyasar generasi muda.

Untuk itu masyarakat dihimbau waspada dan melaporkan kepada yang berwajib apabila di lingkungannya ada indikasi peredaran narkoba.

"Kami datang kesini karna mencintai masyarakat, di zaman ini tak ada satu pun lingkungan sosial yang bebas dari ancaman peredaran gelap narkoba. Untuk itu kami mengingatkan kita semua untuk waspada agar keluarga khususnya anak-anak kita tidak terjerumus narkoba,” kata dia.

Dikatakan Alfedri, saat ini di Indonesia banyak korban penyalahgunaan narkoba kehilangan nyawa dengan rasio yang sangat mengkhawatirkan. Perharinya kata dia korban jiwa bisa mencapai kurang lebih 50 orang.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, orang tua disarankan memasukkan anaknya kepesantren, didik mereka dengan iman dan fasilitasi lingkungan sosial yang baik dan kondusif agar mereka terhindar dari hal-hal yang tidak baik,” tutup Bupati Siak. (tribunsiak.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved