Berita Riau

Pasien Berusia 3-18 Bulan, RSUD Selasih Pelalawan Riau Tangani Empat Kasus Gizi Buruk

Pasien gizi buruk berusia di bawah lima tahun (balita), antara tiga sampai 18 bulan. Tumbuh kembang keempatnya tidak sesuai dengan usia mereka.

Pasien Berusia 3-18 Bulan, RSUD Selasih Pelalawan Riau Tangani Empat Kasus Gizi Buruk
istimewa
Pasien gizi buruk yang menjalani perawatan intensif di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menangani empat kasus gizi buruk sepanjang Oktober hingga awal November ini.

Pasien gizi buruk berusia di bawah lima tahun (balita), antara tiga sampai 18 bulan. Tumbuh kembang keempatnya tidak sesuai dengan usia mereka.

"Dalam kurun satu bulan ini, kita menangani empat kasus gizi buruk. Terakhir pasien bernama Alif Hafiz Pratama dari Kerumutan yang masuk pada Jumat pekan lalu," kata Kepala Bidang Perawatan RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Ramdani Kamal,Minggu (3/11/2019).

Ramdani Kamal merincikan, dari empat pasien yang ditangani dua balita diantaranya telah pulih dan kesehatannya kembali normal. Kedua anak berusia belia yang dirawat tiga pekan lalu sudah kembali ke rumah dibawa orangtuanya setelah dokter memperbolehkan pulang lantaran kondisinya membaik setelah dirawat secara intensif.

Sedangkan dua pasien lain atas nama Alif Hafiz Pratama berusia 18 bulan dan Vina Karlisa berusia tiga bulan dari Kecamatan Pangkalan Kuras, masih menjalani penanganan medis yang intensif.

Pemberian gizi yang ekstra dan pantauan khusus dokter diharapkan bisa mengembalikan kondisi kesehatan kedua balita itu, khususnya berat badannya menjadi normal.

"Secara umum kondisinya sudah membaik. Hanya perlu menaikkan berat badannya sesuai standar usianya sekarang," tambah Ramdani Kamal.

Dokter Khairul yang menangani Alif menyebutkan, kondisi Alif terkini sudah berangsur membaik dan tidak mengkhawatirkan lagi. Hanya saja berat badannya perlu dinaikkan ke angka normal yang sesuai dengan usia. Selama kebutuhan gizi belum penuh dan berat badan masih minim, Alif masih harus dirawat intensif.

"Sekarang usianya 18 bulan dengan berat badan 6,7 kilogram, sudah tidak standar lagi. Seharunya beratnya 12 sampai 13 kg," ujar dr Khairul.

Secara umum gizi buruk timbul akibat faktor ekonomi yang melanda orangtua anak. Kurangnya asupan makanan bergizi menjadi pemicu perkembangan anak semakin terbatas. Efeknya pada tumbuh kembang anak sangat lamban. (Tribunpekanbaru.com/johannes wowor tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved