Razia Pekat, Tim Gabungan di Padang Temukan Bong, Kondom, dan Tisu Magic

Dalam razia pekat ke sejumlah hotel tersebut, tim gabungan mengamankan 15 wanita dan 11 pria dari sejumlah hotel.

tribun padang
Petugas Satpol PP memeriksa identitas sepasang remaja yang ditemukan di sebuah kamar hotel di Padang, Minggu (3/11) dinihari. 

tribunpekanbaru.com - Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kota Padang, Dinas Perizinan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kesbangpol, dan tim SK4 Kota Padang, menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) pada Minggu dinihari (3/11).

Sebanyak 26 remaja terjaring dalam razia gabungan tersebut, terdiri dari 15 wanita dan 11 pria.

Razia tersebut diawali dari wilayah Pantai Padang. Namun di tempat ini petugas tidak menemukan pelanggaran. Razia kemudian dilanjutkan ke sejumlah hotel di Kota Padang. Enam wanita dan lima laki-laki berhasil diamankan di salah satu hotel di Jalan Parak Karambia.

Sedangkan di hotel yang berada di Jalan Walter Mongonsidi, petugas kembali mengamankan enam wanita dan tiga laki-laki.

Terakhir, di hotel yang berada di Jalan Batang Harau, petugas juga mengamankan tiga wanita dan tiga laki-laki.

"Yang kita amankan totalnya berjumlah 26 orang, terdiri dari 15 wanita dan 11 pria. Satu orang wanita yang kita amankan di salah satu hotel di Jalan Mongonsidi tersebut sudah kita serahkan ke BNN untuk ditindaklanjuti, karena di dalam tasnya kita dapati alat untuk memakai sabu, satu kotak kondom, dan satu kotak jenis tisu magic," ungkap Kepala Satpol PP Kota Padang, Al Amin, Minggu (3/11).

Dikatakan, semua yang diamankan tersebut langsung dibawa ke Kantor Satpol PP Padang untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh PPNS. Selanjutnya, orangtua para remaja tersebut dipanggil ke Kantor Satpol PP Padang.

Para remaja itu juga diberikan hukuman pembinaan, di antaranya bagi wanita diminta membaca ayat pendek Al Quran, dan bagi laki-laki melantunkan azan.

Mereka juga menandatangani surat perjanjian tidak mengulangi perbuatannya, yang disaksikan orangtua masing-masing.

"Kita tunggu hasil pemeriksaan PPNS, jika ada di antara mereka yang bekerja sabagai PSK, akan kita kirim langsung ke (Panti Rehabilitasi Sosial) Andam Dewi di Solok untuk pembinaan. Orangtua mereka dipanggil untuk jadi penjamin," tambah Al Amin.

Dia lantas mengimbau seluruh pengusaha yang belum memiliki izin untuk segera mengurus izin, karena Satpol PP akan terus melakukan razia gabungan untuk memberantas maksiat di Kota Padang, serta mewujudkan kenyamanan dan keamanan bagi warga Kota Padang.

Begitu juga kepada para orangtua diminta menjaga anak-anaknya agar tidak terjerumus pada narkoba dan dunia malam. "Ke mana dia malam hari, jangan dilepaskan saja, karena bisa-bisa mereka salah jalan," tambahnya. (rin/tribun padang)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved