Kinerja Lamban, Serapan APBD Pelalawan hanya 51 Persen Jelang Berakhir Tahun Anggaran

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan Riau tahun 2019 masih sangat minim.

Kinerja Lamban, Serapan APBD Pelalawan hanya 51 Persen Jelang Berakhir Tahun Anggaran
TRIBUN PEKANBARU / JOHANES WOWOR TANJUNG
Bupati Pelalawan, HM Haris 

Kinerja Lamban, Serapan APBD Pelalawan hanya 51 Persen Jelang Berakhir Tahun Anggaran

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan Riau tahun 2019 masih sangat minim padahal masa penggunaan APBD kurang dari dua bulan lagi.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan, Devitson Saharuddin, hingga awal November ini realisasi anggaran pada angka 51,28 persen dari total APBD Rp 1,6 Triliun.

Angka serapan anggaran serapan itu berasal dari data yang dihimpun dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kondisi ini tentu jauh dari target yang semestinya pada Bulan November sudah di angka 70 persen.

"Kita berharap segera digesa realisasi di OPD-OPD karena waktu tinggal satu bulan lebih kalau efektifnya," kata Devitson Saharuddin, kepada tribunpelalawan.com, Senin (4/11/2019).

Jadi Selingkuhan Konglomerat, Model Cantik Kaya Mendadak Seusai Diputusi, Diberi Uang Rp 536 M

Dakwaan KPK Meleset? Pengadilan Vonis Bebas Mantan Dirut PLN, Sofyan Basir

Bosan Lihat Macet, Buruh Bengkel Lulusan STM Ini Bikin Helikopter Buatan, Siap Uji Terbang

Dari November hingga Desember nanti pemda harus mengejar ketertinggalan serapan anggaran sekitar 48 persen lagi. Hal ini tergantung pengajuan pencairan kegiatan maupun program yang dijalankan seluruh dinas. Untuk mempermudah OPD mengusulkan pencairan, BPKAD telah mengubah Sistem dan Prosedur (Sisdur) pembayaran kegiatan.

"Jika selama ini pemeriksaan berkas ada di kita, sekarang di OPD masing-masing. Jadi di BPKAD tinggal mencairkan saja," tambah Devitson.

Menanggapi serapan anggaran yang minim itu, Bupati Pelalawan HM Harris menyebutkan Pimpinan OPD harus fokus mempercepat realisasi anggaran. Meskipun setiap tahun ada Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa), namun target harus tetap dikejar supaya tidak keteteran menjelang akhir tahun nanti.

"Memang target kita paling sampai 85 persen, karena ada Silpa. Tapi ini harus dipercepat, sekarang sudah November," terang Harris.

Bupati Harris akan mencatat OPD-OPD yang lamban menyerap anggarannya. Catatan itu akan menjadi dasar dalam melakukan evaluasi terhadap para pejabat yang ada di dinas yang bersangkutan pada saat mutasi jabatan nanti. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved