Berita Riau

Pemprov Riau Berencana Pinjam Dana, DPRD: Bayar untuk Rumah Ibadah Saja Belum Bisa Malah Mau Ngutang

Adil Politisi Partai PKB yang juga anggota DPRD Riau ini dengan tegas menolak kebijakan tersebut.

Pemprov Riau Berencana Pinjam Dana, DPRD: Bayar untuk Rumah Ibadah Saja Belum Bisa Malah Mau Ngutang
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi - Uang 

Pemprov Riau Berencana Pinjam Dana, DPRD: Bayar untuk Rumah Ibadah Saja Belum Bisa Malah Mau Ngutang

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rencana Pemprov Riau yang akan meminjam dana kepada pihak ketiga untuk pembangunan insfrastruktur jalan dan jembatan di Riau menuai kritikan dari anggota DPRD Riau.

Adil Politisi Partai PKB yang juga anggota DPRD Riau ini dengan tegas menolak kebijakan tersebut.

"Saya tidak setuju lah, membayaran untuk rumah ibadah saja tidak bisa, malah mau ngutang," kata Adil.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengaku sejauh ini belum mengetahui untuk apa Pemprov Riau meminjam dana kepada pihak ketiga tersebut.

"Saya sejauh ini sebagai anggota Banggar saja belum tau utang itu untuk apa," ujarnya.

 Curiga Diduakan, Suami di Pekanbaru Bacok Kepala Istri Berulang Kali Setelah Minta Pijat Ditolak

 BREAKING NEWS: Pasangan Muda Ngaku Nikah Siri Saat Terjaring Razia Yustisi di Kos-kosan Dumai Riau

 Jadi Selingkuhan Konglomerat, Model Cantik Kaya Mendadak Seusai Diputusi, Diberi Uang Rp 536 M

Sementara saat disinggung terkait pinjaman dana kepihak yang akan digunakan untuk pembangunan insfrastruktur, Adil lagi-lagi mempertanyakan insfrastruktur mana yang akan dibangun dengan menggunakan dana pinjaman tersebut.

"Insfrastruktur yang mana, kalau mau pinjam uang itu perhitungannya harus jelas. Saya melihat Gubenur Riau belum tepat perhitungannya, bayar mushala sama masjid saja belum bisa, ini malah mau ngutang, yang kecil-kecil saja tidak bisa, ini pertanyaan bagi kita," katanya.

Sementara Pemerintah Provinsi Riau masih terus mengkaji rencana peminjaman uang kepada pihak ketiga untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Pj Sekdaprov Riau, Ahmas Syah Harrofie mengatakan, kajian tersebut dilakukan untuk menentukan langkah Pemprov Riau apakah perlu tidak melakukan pinjaman, jika perlu bentuknya seperti apa.

"Mekanisme ini yang sedang dilakukan kajian oleh Bappeda Riau. Karena keuangan daerah terbatas, maka salah satu jalannya adalah melalui beberapa cara, baik itu dengan cara pinjaman, obligasi daerah, atau lainnya," ujarnya.

 Dua Remaja Pengangguran di Pelalawan Riau Bobol Toko, Kena Tangkap Beserta Penadahnya

 Cerdik, Cowok Ini Sulap Botol Jadi Berlian Imitasi untuk Sang Kekasih, Tak Punya Uang Beli yang Asli

 Tes Kepribadian, Lihat Bentuk Jarimu, Inilah Karakter Dirimu Sebenarnya

Selain itu, Ahmad Syah juga mengungkapkan, soal rencana Pemprov Riau yang akan meminjam uang sebesar Rp4,4 triliun ke PT SMI belum final.

Ia mengaku besaran angka pinjaman tersebut bisa saja berubah. Tergantung dari hasil kajian dan kemampuan daerah untuk membayarnya.

"Kemarin muncul angka Rp 4,4 triliun itu masih perkiraan-perkiraan saja. Semuanya masih menunggu hasil kajian," katanya. (Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved