Dumai

12 TKI Ilegal Diamankan di Pulau Rupat Riau, 1 Orang dalam Kondisi Hamil 8 Bulan

Lanal Dumai berhasil mengamankan sebanyak 12 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia yang dibawa oleh dua speedboat.

12 TKI Ilegal Diamankan di Pulau Rupat Riau, 1 Orang dalam Kondisi Hamil 8 Bulan
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai berhasil mengamankan sebanyak 12 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia yang dibawa oleh dua speedboat serta dua nakhoda dan tiga anak buah kapal (ABK). 

12 TKI Ilegal Diamankan di Pulau Rupat Riau, 1 Orang dalam Kondisi Hamil 8 Bulan

TRIBUNDUMAI.COM, DUMAI - Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai berhasil mengamankan sebanyak 12 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia yang dibawa oleh dua speedboat serta dua nakhoda dan tiga anak buah kapal (ABK).

Belasan TKI tersebut diamankan Fleet One Quick Respond (F1QR) Lanal Dumai, mengamankan TKI ilegal yang diangkut menggunakan 2 speed boat dari Malaysia di perairan Selat Morong, Pulau Rupat, Bengkalis, Senin (4/11/19).

Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Wahyu Dili Y.H melalui Palaksa Letkol Laut (P) Farhan dalam konferensi di Kantor Imigrasi Dumai, mengungkapkan, Tim F1QR Lanal Dumai mengamankan 12 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan pulang secara ilegal dari Malaysia menuju Kota Dumai, Senin (4/11) sekira pukul 03.00 WIB.

Ia menambahakan, 12 TKI ilegal yang menggunakan pasport pelancong tersebut diamankan diperairan Selat Morong diatas 2 buah kapal pengangkut mereka bersama 5 orang ABK kapal tersebut.

 Bolos Jam Pelajaran dan Nongkrong di Kedai Kopi, 6 Pelajar Dicokok Satpol PP Kepulauan Meranti Riau

 STORY - Baru Sebulan Keluar Penjara, Pemuda 16 Tahun di Pelalawan Riau Jadi Dalang Pembobolan Toko

 Naik Rp 235 Ribu dari Tahun Sebelumnya, UMK Pelalawan 2020 Ditetapkan Sebesar Rp 3 Juta Lebih

Diterangkanya, upaya penggagalan 2 buah speed boat tanpa nama yang membawa muatan 12 orang TKI melalui jalur laut secara illegal yang hendak kembali ke Indonesia di sekitar perairan Selat Morong.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan terhadap 5 orang abk speed boat dan 12 orang TKI yang 3 diantaranya wanita tersebut, diketahui TKI tersebut berasal dari Sumut, Jambi dan Bandung yang bekerja di Malaysia dan ingin kembali ke Indonesia dengan menempuh jalur illegal dikarenakan Paspor yang mereka miliki sudah tidak berlaku dan merupakan paspor pelancong, bahkan seorang TKI wanita tengah hamil 8 bulan," katanya, Selasa (5/11/2019).

Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan TKI tersebut, agar dapat kembali ke Indonesia para TKI tersebut harus mengeluarkan dana berkisar antara RM1000- RM1200 atau sekitar Rp. 3.500.000 - Rp. 4.000.000 per orang.

Sementara, tambahnya, para awak kapal akan mendapatkan bayaran sekitar RM 500 atau Rp1.600.000 untuk setiap TKI yang mereka bawa dari Malaysia menuju kota Dumai

"Untuk proses pemeriksaan lebih lanjut 5 orang pelaku dan 12 orang TKI sudah kita serahkan ke pihak Imigrasi Kelas II TPI Dumai untuk dilaksanakan upaya hukum lebih lanjut," imbuhnya.

Diakuinya, kegiatan illegal ini sangat membahayakan bagi keselamatan para penumpang maupun nahkoda dan abk speedboat karena sarana transportasi laut yang digunakan tidak memenuhi standar/tidak layak serta berbahaya bagi keselamatan penumpang dan juga hal ini melanggar peraturan keimigrasian.

"Untuk TKI wanita tengah hamil 8 bulan dalam keadaan sehat, dan hari ini kita serahkan kepada Imgrasi bengkalis mengingat lokasi penangkapan di wilayah Bengkalis," sebutnya.

Bhakti Perwira Harianja Wasdakim Imigrasi Bengkalis mengaku, akan melakukan proses penyidikan terhadap nakhoda dan ABK yang membawa mereka.

"Untuk proses lanjut, untuk para TKI akan dipulangkan ke daerah asalnya menggunakan dana masing masing sebab kita tidak anggaran untuk mengembalikan mereka, " ujarnya.

 Inilah Jadwal Pengumuman dan Pendaftaran CPNS 2019 di Kuansing Riau, Tersedia 260 Formasi

 Pria di Kampar Riau Tega Cabuli Teman Anaknya yang Masih Umur 10 Tahun, Korban Dibawa ke Kebun Karet

 Keroyok Korban yang Usai Nonton Orgen di Inhil Riau, Kini AR Harus Berurusan dengan Hukum

Sementara, Kepala Imigrasi Dumai D Ginting mengungkapkan karena wilayah penangkapan berada di Bengkalis makanya prosesnya diserahkan pada Imigrasi Bengkalis.

"Dalam hal ini Imigrasi Dumai hanya tempat penitipan sebelum diserahkan terimakan ke Bengkalis," pungkasnya. (tribundumai.com/donny kusuma putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved