Berita Riau

Batin Arifin Ditahan di Rutan Sialang Bungkuk, Polisi Limpahkan Pelaku Perambah TNTN Riau ke Kejari

Batin Arifin ditahan di Rumah Tahanan atau Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, polisi limpahkan pelaku perambah TNTN Riau ke Kejari Pelalawan

Batin Arifin Ditahan di Rutan Sialang Bungkuk, Polisi Limpahkan Pelaku Perambah TNTN Riau ke Kejari
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
Batin Arifin Ditahan di Rutan Sialang Bungkuk, Polisi Limpahkan Pelaku Perambah TNTN Riau ke Kejari 

Batin Arifin Ditahan di Rutan Sialang Bungkuk, Polisi Limpahkan Pelaku Perambah TNTN Riau ke Kejari Pelalawan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Batin Arifin ditahan di Rumah Tahanan atau Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, polisi limpahkan pelaku perambah TNTN Riau ke Kejari Pelalawan.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan Riau melimpahkan pelaku perambahan lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Abdul Arifin ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan pada Senin (4/11/2019) sore lalu.

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

HATI-HATI! Walikota Pekanbaru Firdaus Ingatkan Calon Peserta Seleksi CPNS 2019 Jangan Percaya Calo

 15 Tahun Dikurung dan Tidak Pernah Injakkan Kaki ke Tanah, 9 Warga Riau Harus Dirujuk ke RS Jiwa

 MISTERI Kematian Tahanan di Riau, Sempat Kejang-kejang dalam Sel, Ujung Jari Membiru

 STORY-Jaksa Ini Pernah Tangani Kasus Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, Kini Jabat Kajari Pekanbaru

 Wakil Rakyat Cantik di Riau Pikir-pikir Maju di Pilkada Rohil 2020 Tunggu Situasi Politik dan Partai

Abdul Arifin yang merupakan pemangku adat bergelar Bathin Hitam Sei Medang diduga melakukan aktivitas perkebunan di atas lahan TNTN di Desa Bukit Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan.

Setelah ditangkap pada pertengahan Agustus lalu dan ditahan, penyidik Satreskrim Polres melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21.

"Kita melimpahkan tersangka AA dalam perkara perambahan TNTN. Pelaku dijerat menggunakan undang-undang kehutanan dengan ancaman minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun," terang Kepala Satreskrim Polres Pelalawan, AKP Teddy Ardian SIK, saat ditemui di kantor kejaksaan.

Kasat Teddy menjelaskan, Bathin Arifin merambah dan mengelola areal TNTN serta dijadikan kebun karet seluas tiga hektare lebih.

Aktivitas perkebunan ilegal itu telah dilakukan Arifin sejak tahun 2015 silam dengan modus mengklaim lahan tersebut milik ulayat perbathinan.

Pelimpahan perkara ke kejaksaan untuk melanjutkan proses hukum ke jenjang penuntutan oleh JPU pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved