Kepulauan Riau

Bolos Jam Pelajaran dan Nongkrong di Kedai Kopi, 6 Pelajar Dicokok Satpol PP Kepulauan Meranti Riau

Satpol PP Kepulauan Meranti amankan sejumlah pelajar yang nongkrong di kedai kopi saat jam pelajaran pada Senin

Bolos Jam Pelajaran dan Nongkrong di Kedai Kopi, 6 Pelajar Dicokok Satpol PP Kepulauan Meranti Riau
Istimewa
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti amankan sejumlah pelajar yang nongkrong di kedai kopi saat jam pelajaran pada Senin (4/11/2019). 

Bolos Jam Pelajaran dan Nongkrong di Kedai Kopi, 6 Pelajar Dicokok Satpol PP Kepulauan Meranti Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti amankan sejumlah pelajar yang nongkrong di kedai kopi saat jam pelajaran pada Senin (4/11/2019).

Mereka diamkan saat nongkrong sambil merokok saat jam belajar bahkan ada yang masih menggunakan seragam sekolah.

Adapun enam pelajar itu dari dua sekolah yang berbeda duduk sambil minum kopi di Kedai Kopi Jumbo, Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang.

Hal itu beraal dari laporan masyarakat kepada pihak Satpol PP Kepulauan Meranti yang resah melihat hal tersebut.

 Jadi Selingkuhan Konglomerat, Model Cantik Kaya Mendadak Seusai Diputusi, Diberi Uang Rp 536 M

 Tes Kepribadian, Lihat Bentuk Jarimu, Inilah Karakter Dirimu Sebenarnya

Kasatpol PP Kepulauan Meranti, Helfandi SE. Msi, melalui Kabid Perlindungan Masyarakat, Masdiana, mengatakan bahwa setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya lalu dengan segera mengirim tim dengan berpakaian biasa (tidak mengenakan seragam)

"Usai kami mendapat laporan langsung kami kirim 2 anggota untuk memastikan laporan tersebut dengan tidak berpakaian dinas supaya tidak diketahui oleh para pelajar yang bolos sekolah itu," ucap Masdiana

Lebih jauh, dikatakan Masdiana, setelah utusan pihaknya memastikan hal tersebut ternyata benar, Ia pun ikut turun langsung bersama personilnya sebanyak 8 orang sehingga siswa-siswa itu dibawa ke kantor Satpol PP.

"Kami juga mengumpulkan barang bukti fisik berupa rokok dan handphone, lalu kami tanya mengapa tidak ke sekolah," kata Masdiana.

Diungkapkan Masdiana, mereka beralasan tidak masuk sekolah karena sedang banyak tugas dan tidak menyukai salah satu mata pelajaran sehingga mereka bolos dan duduk ngopi sambil merokok.

"Hanya satu orang yang berpakaian lengkap dari SMK dan teman-teman yang lainnya hanya menggunakan kaos biasa dan bercelana sekolah," ungkapnya.

 Viral, Desain Keren Buat Rumah Mungil Jadi Menakjubkan Saat di Dalamnya, Yuk Lihat Isinya

 Cerdik, Cowok Ini Sulap Botol Jadi Berlian Imitasi untuk Sang Kekasih, Tak Punya Uang Beli yang Asli

Kemudian, Ia juga menelpon masing-masing guru beserta wali murid, sehingga para guru dan orangtua wali juga diminta hadir di kantor untuk memenuhi panggilan dari pihak Satpol PP, sehingga saat proses berlangsung para guru dan orangtua wali itu juga mengetahuinya.

"Kami juga memberi surat pernyataan dan surat pernyataan tersebut bersisi perjanjian untuk tidak mengulangi hal serupa serta mereka bersedia menerima sanksi jika kedapatan sesuai perundangan yang berlaku, ditandatangani dan langsung disaksikan oleh orangtua mereka dan pihak sekolah," pungkasnya. (Tribun Pekanbaru.com/Teddy Tarigan).

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved