STORY

STORY - KISAH Mak Siti Penjaga Hutan Sialang di Riau, 39 Tahun Jadi Penjaga Begini Nasibnya Sekarang

Story - Kisah Mak Siti penjaga Hutan Sialang di Riau, selama 39 tahun jadi penjaga sejak tahun 1980-an, begini nasibnya sekarang

STORY - KISAH Mak Siti Penjaga Hutan Sialang di Riau, 39 Tahun Jadi Penjaga Begini Nasibnya Sekarang
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
STORY - KISAH Mak Siti Penjaga Hutan Sialang di Riau, 39 Tahun Jadi Penjaga Begini Nasibnya Sekarang 

Warganya juga hidup sejahtera.

Untuk mencapai dusun itu, harus melewati akses utama PT KTU.

Warga di KM 4 Pangkalan Pisang Martuane Lumbanraja (41) dan Herbert Napitulu (56) juga memuji perusahaan tersebut.

Selain pembinaan terhadap dusun Sungai Padang sangat baik, ia juga merasakan dampaknya.

"Saya jadi gampang pergi ke ladang memanfaatkan jalan perusahaan. Kalau tidak ada jalan perusahaan saya harus melansir buah sawit saja pakai motor ke jalan umum sejauh 1,5 Km," kata Martuane.

Ia dan masyarakat diberikan kebebasan masuk ke kawasan PT KTU, mobil bisa langsung masuk ke kebunnya.

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

 Anggaran Internet Pemprov Riau Rp 1.2 Miliar tapi Tidak Cukup, Ternyata Pegawai Gunakan untuk Ini

 Gadis Remaja di Riau Kepergok Sekamar dengan Pria di Hotel, Ngaku Warga Pekanbaru dan Tak Punya KTP

 Seleksi CPNS 2019 di Riau, Pemkab Kuansing akan Gelar CAT SKD dan TKD CPNS 2019 di Aula SMA Pintar

 Kecalakaan Naas di Riau, Mobil Pengangkut Ayam Potong Tabrak Buntut Truk, Satu Orang Tewas di Tempat

Sebab, warga di Pangkalan Pisang rata-rata mempunyai kebun berbatasan dengan perusahaan itu.

"Kami di sini kompak, termasuk dengan perusahaan. Pihak perusahaan hanya meminta jangan mencuri sawitnya, kalau fasilitas ambulan, jalan dan lain-lain mereka bantu. Ya kalau begitu kamipun mematuhinya, tidak pernah mencuri," kata dia.

Warga tersebut merasa beruntung bisa memanfaatkan jalan perusahaan itu.

Sampai saat ini aktivitas warga sangat lancar dan mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membuat jalan sendiri.

"Jika kami harus membuat jalan sendiri pakai uang apa. Padahal sawit warga di sini cuma 2 Ha-nya, paling banyak 4 Ha," kata dia.

CDO PT KTU Azra mengatakan, hubungan baik antara perusahaan dengan warga sekitar sudah terjalin sejak perusahaan itu tiba di Koto Gasib, sekitar 1991.

Saat perusahaan dibuka, Mak Siti sudah bermukim di Sungai Padang.

"Beliau banyak membantu karyawan. Beliau dan warga di Sungai Padang sangat baik, menganggap kami ini anak mereka," kata Azra.

Terkait hubungan antara perusahaan dan warga kampung, Azra menyebut pihaknya melakukan pembinaan.

Tujuannya agar masyarakat dapat meningkatkan ekonominya sendiri.

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

 Dugaan Korupsi Pembelian Sapi dan Kambing di Riau Libatkan 11 Orang, Kenapa Jaksa Hentikan Lidik?

 Anggaran Internet Pemprov Riau Rp 1.2 Miliar tapi Tidak Cukup, Ternyata Pegawai Gunakan untuk Ini

 Gadis Remaja di Riau Kepergok Sekamar dengan Pria di Hotel, Ngaku Warga Pekanbaru dan Tak Punya KTP

"Kita ajarkan bagaimana perusahaan merawat sawit dan masyarakat sekitar juga mampu seperti perusahaan, sehingga kualitas sawit perusahaan dan warga sekitar sama-sama bagus," kata dia.

Pihaknya juga membantu fasilitas lain, seperti menurunkan alat, membantu perbaikan jalan, membina sosial kemasyarakatannya.

"Kalau Mak Siti menelepon kami memang selalu bersedia. Ambulan selalu standby jika ada warga membutuhkan dan alat berat juga siap bekerja jika ada jalan rusak. Kami ingin hubungan seperti ini terus terjaga demi kesejahteraan bersama," kata dia.

Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra - STORY - KISAH Mak Siti Penjaga Hutan Sialang di Riau, 39 Tahun Jadi Penjaga Begini Nasibnya Sekarang

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved