Gubri Tawarkan Studi Banding Agar DPRD Riau Setuju Pemprov Riau Cari Utangan Rp4,4 T

Rencana Pemprov Riau untuk mencari utangan sebesar Rp4,4 triliun ditolak mentgah-mentah sejumlah fraksi, karena dinilai membahayakan Riau.

Gubri Tawarkan Studi Banding Agar DPRD Riau Setuju Pemprov Riau Cari Utangan Rp4,4 T
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Gubernur Riau Syamsuar berencana mengutang Rp4.4 triliun. 

Sebelumnya, Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet mengaku pesimistis pinjaman daerah yang akan dilakukan oleh Gubernur Riau Syamsuar senilai Rp4,4 triliun, akan bisa terwujud. Pasalnya, sejumlah fraksi di DPRD Riau sudah secara terang-terangan menyatakan menolak rencana pinjaman tersebut.

"Pinjaman daerah itu boleh, tapi tahapannya harus sesuai dengan regulasi. Kalau regulasi itu tidak ditaati, kita tidak setuju. Kita kan tidak mau nanti terjerat hukum karena ada proses yang dilanggar, jadi proses itulah yang harus dipenuhi," kata Eet.

Pihaknya berharap, jika ini untuk kepentingan masyarakat luas, Pemprov Riau bisa mempersiapkannya lebih matang lagi.

Selain dari sisi persyaratan, Eet juga menyoroti soal besaran anggaran dan peruntukannya. Karena pinjaman daerah senilai Rp4,4 triliun ini, direncanakan Gubri Syamsuar untuk membangun jalan dan jembatan di Riau.

"Kan bisa saja dari Rp4,4 triliun tidak semuanya diperoleh dari pinjaman. Tergantung kebutuhan, kalau saya melihat yang sekarang dibutuhkan itu justru untuk pembangunan Rumah Layak Huni (RLH). Sekarang kan masih setengah-setengah kita membantunya," ujarnya.

Meski pesimistis, bukan tidak mungkin pinjaman daerah ini bisa diusulkan kembali di tahun anggaran 2021 mendatang. Sebab untuk APBD 2020 ini, dikatakan Eet, kecil kemungkinannya akan bisa disetujui.

"Kalau di APBD 2020 saya pesimistis, karena mekanismenya tidak dilalui dengan benar. Saya pun tidak mau, siapa yang mau mampus. Tapi kita tidak tahu di APBD 2021, kan bisa saja. Persiapanya dipertajam lagi, kalau perlu dibentuk Pansus-nya, karena ini kan pinjaman daerah, jadi harus dikaji lebih dalam lagi lah," sebutnya.

Seperti diketahui, rencana Pemprov Riau yang akan meminjam dana kepada pihak ketiga hingga mencapai Rp4,4 triliun, sepertinya tidak akan berjalan mulus. Sejumlah fraksi di DPRD Riau sudah secara terang-terang menolak rencana Pemprov Riau tersebut, yang akan meminjam dana dengan alasan untuk pembangunan insfrastruktur tersebut.

"Melalui forum yang terhormat ini, kami sampaikan ketidaksetujuan kami soal rencana tersebut. Karena risikonya terlalu besar, sehingga perlu diperhitungkan lagi dengan cermat. Jangan sampai upaya ini dinilai sebagai bentuk ketidakberhasilan Pemprov untuk mencari alternatif sumber pembiayaan lain," kata Juru Bicara Fraksi Partai Gokar, Amiurnis, saat menyampaikan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda APBD Riau tahun 2020 di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Riau, Senin (4/11) lalu.

"Maka dengan itu, fraksi Partai Golongan Karya dengan tegas menolak rencana Pemprov Riau yang akan melakukan pinjaman daerah tersebut," tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved