Gubri Tawarkan Studi Banding Agar DPRD Riau Setuju Pemprov Riau Cari Utangan Rp4,4 T

Rencana Pemprov Riau untuk mencari utangan sebesar Rp4,4 triliun ditolak mentgah-mentah sejumlah fraksi, karena dinilai membahayakan Riau.

Gubri Tawarkan Studi Banding Agar DPRD Riau Setuju Pemprov Riau Cari Utangan Rp4,4 T
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Gubernur Riau Syamsuar berencana mengutang Rp4.4 triliun. 

Hal senada diungkapkan juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Almainis. Fraksi PDI Perjuangan juga meminta kepada Pemprov Riau untuk mengkaji ulang rencana peminjaman dana kepada pihak ketiga tersebut.

"Penyikapi rencana Pemprov Riau yang akan meminjam dana ke pihak ketiga sebesar Rp4,4 triliun, kami menyatakan agar ditinjau ulang," katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar kajian dan pembahasan soal rencana peminjaman dana tersebut lebih mendalam. Tidak hanya dilakukan oleh Pemprov Riau saja, namun harus melibatkan DPRD Riau.

"Hasil rapat Komisi IV DPRD Riau pada akhir periode 2019, diketahui bahwa persyaratan teknis yang menjadi dasar pengajuan pinjaman tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Penolakan sejumlah fraksi di DPRD Riau ini dipastikan akan menghambat kebijakan Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar yang berencana akan meminjam dana hingga Rp4,4 triliun kepada pihak ketiga. Sebab saat pembahasan di DPRD Riau nanti, usulan ini bisa saja kandas karena tidak disetujui oleh DPRD Riau.

Kalangan DPRD Riau berharap agar Pemprov Riau bisa mencari sumber-sumber dana lain untuk pembiayaan. Di antaranya adalah dengan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan melakukan penghematan anggaran.

"Pemprov harus keatif dan inovatif dalam mengelola sumber-sumber pendapatan, dengan memperhatikan kondisi rill masyakat dan tidak memaksakan kehendak," kata Amiurnis.

Sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar mengungkapkan rencana pinjaman dana kepada pihak ketiga tersebut masih dalam pembahasan. Pemprov Riau berencana melakukan pinjaman uang, kata Syamsuar, karena saat ini jalan-jalan di kabupaten/kota di Riau masih banyak yang belum beres dan belum selesai. Sehingga dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membantunya.

Jika tidak dengan melakukan terobosan baru berupa meminjam dana kepada pihak ketiga, maka pembangunan jalan di Riau tidak akan pernah bisa tuntas.

"Banyak jalan di Riau yang belum selesai, banyak yang belum beres. Kalau tidak ada terobosan, sampai kiamat jalan di Riau tak akan selesai. Itu Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan yang bilang, bukan saya yang bilang. Jadi dengan anggaran yang ada, untuk menyelesaikan jalan-jalan di Riau tidak akan selesai," kata Syamsuar di Gedung Daerah, Kamis (1/8) lalu.

Halaman
1234
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved