Razia KTP Temukan Pasangan Ilegal di Wisma, Saat Ditanya Tak Bisa Tunjukkan Surat Nikah

Razia KTP di Dumai menyasar rumah kos dan wisma. Selain menemukan warga yang tak punya KTP elektronik, tim juga menemukan pasangan tanpa surat nikah.

Razia KTP Temukan Pasangan Ilegal di Wisma, Saat Ditanya Tak Bisa Tunjukkan Surat Nikah
tribun pekanbaru
Tim Yustisi Dumai menemukan pasangan tanpa surat nikah di sebuah wisma di Dumai, saat melakukan razia KTP, Rabu (6/11). 

tribunpekanbaru.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dumai, Bambang Wardoyo, bersama puluhan tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Capil, dan lainnya, kembali menggelar Operasi Yustisi Kependudukan hari ketiga, Rabu (6/11).

Untuk hari ketiga ini, beberapa titik menjadi target di antaranya kos-kosan di Jalan Bintan, Jalan Rambutan, dan Jalan Sidorejo, Wisma Elit di Sukajadi.

Kali ini, Tim Yustisi kembali menemukan pasangan tanpa surat nikah dalam satu kamar di Wisma Elit Jalan Sidorejo, Dumai.

Saat diperiksa Tim Yustisi, pasangan satu kamar tersebut tidak bisa menunjukkan surat nikah, bahkan KTP elektronik pasangan ini berbeda daerah. Pria berasal dari Dumai, sedangkan perempuan dari Bengkalis.

Karena tak bisa menunjukkan surat nikah, pasangan beda daerah di Wisma Elit ini digelandang ke kantor Satpol PP untuk proses lebih lanjut.

Tengku Izmet yang memimpin Tim Yustisi ke kos-kosan dan penginapan mengungkap, dari kos-kosan di Jalan Bintan, Jalan Rambutan, dan Jalan Sidorejo, Wisma Elit di Sukajadi, ditemukan masih ada warga yang belum memiliki KTP elektronik.

"Tadi ada satu pasang yang berada dalam satu kamar namun tidak memiliki buku nikah, sudah kita bawa ke Kantor Satpol PP," katanya di sela razia.

Tidak hanya menjaring pasangan tanpa surat nikah, Tim Yustisi juga menemukan anak kos yang tidak memiliki KTP elektronik, dan langsung di bawa ke pengadilan.

"Kita berharap dengan Razia Yustisi ini, masyarakat lebih sadar bahwa KTP elektronik merupakan hal pokok yang harus dimiliki setiap penduduk Indonesia. Maka bawalah KTP setiap keluar rumah dan berpergian," tuturnya.

Dengan Oprerasi Yustisi ini, juga diharapkan bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa merusak nama baik Kota Dumai.

"Kepada pemilik kos dan penginapan, harus meminta KTP dan tanda pengenal orang yang akan kos dan menginap. Sehingga jika terjadi sesuatu bisa diketahui orang mana yang melakukan, ini sangat penting," ujarnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved