Berita Riau

Pengedar Sabu di Kampar Riau Lari Tunggang Langgang Dikejar Polisi, Berhasil Dikejar dan Ditahan

Ketika akan ditangkap tersangka MU berusaha melarikan diri dari petugas yang coba mendekati.Pelaku yang dikejar oleh petugas berhasil ditangkap.

Pengedar Sabu di Kampar Riau Lari Tunggang Langgang Dikejar Polisi, Berhasil Dikejar dan Ditahan
Istimewa
Unit Reskrim Polsek Tapung tangkap seorang pengedar narkotika sabu di wilayah Desa Kijang Rejo Kecamatan Tapung, Selasa (5/11/2019) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Pengedar sabu sempat lari tunggang langgang saat akan dibekuk oleh anggota Unit Reskrim Polsek Tapung di wilayah Desa Kijang Rejo.

Tersangka berinisial MU alias SM, pria 35 tahun yang beralamat di Gang Sejahtera Desa Kijang Rejo, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.
Pengungkapan kasus ini berawal pada Selasa (5/11/2019), Tim Opsnal Polsek Tapung mendapat informasi dari masyarakat bahwa di sebuah gubuk di areal kebun sawit sering dijadikan tempat transaksi maupun pesta narkoba yang dilakukan tersangka MU alias SM.

"Menindaklanjuti informasi tersebut tim langsung mendatangi lokasi guna melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi itu," kata Kapolsek Tapung Kompol Sumarno.

Sampai di lokasi petugas melihat target sedang duduk di gubuk yang dicurigai sebagai tempat pesta narkoba. Ketika akan ditangkap tersangka MU berusaha melarikan diri dari petugas yang coba mendekati. Walau demikian pelaku yang dikejar oleh petugas berhasil diamankan.

Memperkuat alasan pihak kepolisian melakukan penangkapan, Tim Opsnal Polsek Tapung melakukan pencarian barang bukti. Di sekitar tempat duduk pelaku ditemukan sebuah bungkus rokok merk Red Bold yang berisi 2 paket kecil narkotika jenis sabu.

Saat diinterogasi oleh petugas, diakui oleh pelaku bahwa narkotika itu adalah miliknya, pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Tapung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tersangka ini berhasil diamankan barang bukti 1 kotak rokok berisi 2 paket kecil narkotika jenis sabu terbungkus plastik bening seberat 0,51 gram, 1 unit ponsel nokia dan uang tunai Rp 250 ribu.

Kompol Sumarno mengatakan tersangka akan dijerat dengan pasal 114 junto pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat selama 5 tahun. (Tribunpekanbaru.com/ikhwanul rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved