Pekanbaru

Siswa Jadi Korban Bully Hingga Hidung Patah, Disdik Pekanbaru Belum Berencana Beri Sanksi Tegas

Akibat kondisinya itu korban harus mendapat perawatan medis di rumah sakit, bahkan hingga saat ini.

Siswa Jadi Korban Bully Hingga Hidung Patah, Disdik Pekanbaru Belum Berencana Beri Sanksi Tegas
Dok. Akun FB Rani Chambas
Siswa SMP yang diduga jadi korban perundungan saat dirawat di rumah sakit di Pekanbaru, Riau, Kamis (7/11/2019). 

Siswa Jadi Korban Bully Hingga Hidung Patah, Disdik Pekanbaru Belum Berencana Beri Sanksi Tegas

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ada dugaan seorang siswa di SMP negeri Kota Pekanbaru jadi korban bully atau perundungan pada awal pekan kemarin.

Siswa itu dibully temannya hingga mengalami patah hidung.

Akibat kondisinya itu korban harus mendapat perawatan medis di rumah sakit, bahkan hingga saat ini. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal hanya menyayangkan dugaan perundungan tersebut.

Mereka belum memastikan sanksi tegas bagi oknum pelaku perundungan.

"Kita dari dinas pendidikan menyayangkan akan hal tersebut," ujarnya kepada Tribun, Jum'at (8/11/2019).

Viral Siswa SMP di Pekanbaru Dibully di Dalam Kelas hingga Hidung Patah, Guru Ada di Dalam Kelas

Siswa SMP Jadi Korban Bully di Pekanbaru Alami Patah Hidung, Ini Curhat Korban Pada Keluarga

Menurutnya, para guru di sekolah tidak pernah mengajarkan kekerasan kepada sesama siswa.

Mereka juga tidak pernah mengajarkan kekerasan antara guru dengan siswa maupun siswa dengan guru.

Jamal menilai perlu pendidikan karakter dan program sekolah yang ramah anak. Ia menyebut harus ada program sekolah sahabat keluarga.

"Seluruh program ini untuk membentuk prilaku siswa yang baik. Nantinya terjadi komunikasi yang harmonis antara siswa dengan sekolah dan orangtua," ujarnya.

Tanda-tanda Mertua Tak Suka Sama Menantu dan Tips Cara Mengatasinya

Jamal menyebut bahwa kerjasama dengan instansi lain. Ia bakal meningkatkan untuk memberi pembelajaran prilaku yang baik. Kemudian materi antri kekerasan dan hoaks.

"Kami siap kerjasama dengan kepolisian, komisi perlindungan anak serta dinas pemberdayaan dan perlindungan anak," jelasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved