Politisi PDIP Sebut Kasus Novel Baswedan Rekayasa,Tagar #TangkapDewiTanjung Jadi Trending di Twitter

Tagar tersebut merupakan bentuk kecaman dari warganet terhadap Dewi Tanjung yang telah melaporkan Novel Baswedan

Politisi PDIP Sebut Kasus Novel Baswedan Rekayasa,Tagar #TangkapDewiTanjung Jadi Trending di Twitter
KOMPAS.com/Vitorio Mantalean
Politikus PDI-P Dewi Tanjung melaporkan Amien Rais, Rizieq Shihab, dan Bachtiar Nasir ke Polda Metro Jaya pada Selasa (14/5/2019) atas sangkaan makar. 

Ia mengatakan ada sejumlah hal yang janggal pada kasus Novel Baswedan itu.

"Ada beberapa hal janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban. Tapi, tiba-tiba malah mata yang buta," ungkap Dewi.

Dewi Tanjung pun mendapatkan kecaman dari berbagai pihak atas laporannya tersebut.

Alghiffari Aqsa, seorang anggota Tim Advokasi Novel Baswedan menyatakan tindakan Dewi Tanjung tersebut sebagai bentuk fitnah.

Aghiffari juga menyebut pelaporan tersebut sebagai tindakan di luar nalar dan tidak manusiawi.

"Laporan politisi PDI-P, Dewi Tanjung, yang menyebut penyerangan NB (Novel Baswedan) adalah rekayasa adalah laporan yang tidak jelas atau ngawur. Ini tindakan yang sudah mengarah pada fitnah dan merupakan tindakan di luar nalar dan rasa kemanusiaan," kata Alghiffari dalam keterangan tertulis, Kamis (7/11/2019).

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum lainnya, Saor Siagian menyatakan bahwa pihaknya akan melaporkan balik Dewi Tanjung.

"Kami sepakat tim kuasa hukum dan kemudian diminta Pak Novel untuk juga segera melakukan juga tindakan hukum. Nah oleh karena itu kami akan lakukan pelaporan soal pidananya," kata Saor.

Mengetahui dirinya dianggap tidak punya rasa kemanusiaan oleh tim Novel Baswedan, Dewi Tanjung pun mengungkapkan tanggapannya.

Dewi Tanjung beranggapan bahwa justru karena adanya rasa kemanusiaan itulah ia ingin mengungkapkan fakta kebenaran.

Hal itu ia sampaikan melalui sebuah video yang diunggah di kanal Youtube Dewi Tanjung.

(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany Priastuti) (Kompas.com/Ardito Ramadhan)

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved