Usai Tangkap Anak Gembong Narkoba, Anggota Polisi Ini Berakhir Tewas Mengenaskan, Dihujam 155 Peluru

Sebelum ditembak, Eduardo membantu penangkapan anak gembong narkoba El Chapo, Ovidio Guzman.

Usai Tangkap Anak Gembong Narkoba, Anggota Polisi Ini Berakhir Tewas Mengenaskan, Dihujam 155 Peluru
AFP/CEPROPIE/HO via Tribun Jogja
Usai Tangkap Anak Gembong Narkoba, Anggota Polisi Ini Berakhir Tewas Mengenaskan, Dihujam 155 Peluru 

Negara yang banyak dikuasai oleh gembong narkoba itu telah hidup dalam kekerasan dan berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Baru-baru ini, bos karter Namesio Cervantes memerintahkan pembunuhan pada wanita hamil dan bayi sebagai bagian dari perang narkoba yang kini tengah berlangsung.

Cervantes dikenal sebagi El Mencho, kini berada di daftar puncak orang paling dicari AS dan kepalanya di hargai 7,9 juta poundsterling (Rp140 miliar).

Pasalnya kekerasan geng yang disebabkan oleh perang narkoba meningkat di luar kendali.

Bahkan menurut pejabat setempat, kekerasan dan serangan itu telah berada di tingkat pandemi.

Berbicara tentang geng El Mencho, Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), agen Administrasi Penegakan Narkoba Kyle Mori mengatakan,"Mereka sangat kejam."

"Pemenggalan kepala, melarutkan tubuh dalam asam, eksekusi publik, merobek hati, membunuh wanita dan anak-anak, pemboman terhadap orang-orang," katanya.

Tak disangka kantong plastik ini berisi mayat manusia yang sudah dipotong-potong.
Dailystar
Tak disangka kantong plastik ini berisi mayat manusia yang sudah dipotong-potong.

Menurut agen rahasia, selama ini gembong narkoba dikatakan bersembunyi di pegunungan.

Banyak orang telah menjadi korban kekejaman mereka.

Bulan lalu 44 orang hilang, banyak dari mereka adalah wanita yang ditemukan tewas di sumur di negara bagia Jalisco.

Penemuan itu dilakukan di jantung wilayah Jalisco setelah masyarakat setempat mencium bau busuk, dan mendapati kantong plastik.

Tak disangka kantong tersebut berisi jasad manusia yang telah dipotong-potong dan dimasukan ke dalam 119 kantong plastik hitam.

Metode brutal itu digunakan bahkan standar bagi geng narkoba di Meksiko, di mana kartel terlibat dalam pemenggalan dan penyiksaan.

Pembunuhan wanita sebelumnya dilarang oleh Kartel.

Namun tampaknya mereka mulai mengabaikan aturan tersebut.

*Menelisik Kekejaman Gembong Narkoba di Meksiko, Tiap Hari Penggal dan Mutilasi Banyak Orang

Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved