Forki Riau Loloskan 3 Atlet ke PON Papua 2020, Parisman: Pertama Kali Medali di Pra PON

Pengprov Federasi Olahraga Karateka-do Indonesia (Forki) Riau, berhasil meloloskan 3 karateka-nya ke PON di Papua tahun 2020 mendatang.

Forki Riau Loloskan 3 Atlet ke PON Papua 2020, Parisman: Pertama Kali Medali di Pra PON
TRIBUN PEKANBARU / SYAFRUDIN MIROHI
Ketua Pengprov Forki Riau Parisman Ihwan (tengah) foto bersama atletnya, yang lolos ke PON Papua 2020, usai mengikuti Pra PON di Jakarta, akhir pekan lalu. 

Forki Riau Loloskan 3 Atlet ke PON Papua 2020, Parisman: Pertama Kali Medali di Pra PON

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengprov Federasi Olahraga Karateka-do Indonesia (Forki) Riau, berhasil meloloskan 3 karateka-nya ke PON di Papua tahun 2020 mendatang.

Tiket ke Tanah Mutiara-julukan Negeri Papua- didapatkan, setelah karateka Riau, sukses meraih 2 medali perunggu pada Pra PON cabor karate, di Senayan Jakarta, yang berakhir akhir pekan kemarin.

Dua medali tersebut diraih oleh Zulfikri dikelas -67 Kg dan Muhammad Vega di kelas +84 kg. "Ini pertama kali medali yang diraih karate Riau di Pra PON. Tentunya bisa memboyong medali di ajang kualifikasi ini, jelas membuat kita membusungkan dada," kata Ketua Pengprov Forki Riau Parisman Ihwan, Minggu (10/11).

Sebenarnya, lanjut Parisman yang juga anggota DPRD Riau ini, target awal yang dipancang pihaknya di Pra PON kemarin, 5 medali. Namun karena ketatnya persaingan, hanya 3 yang mampu diraih.

Prestasi ini sangat diapresiasi jajaran pengurus Forki Riau kepada atlet dan pelatih. "Apresiasi tinggi kita berikan kepada mereka. Meski hanya 3 (medali), tapi ini perjuangan luar biasa," akunya.

Keberhasilan ini menurut Ihwan, tentunya tidak membuat tim karateka Riau, puas. Tapi sebaliknya, ini akan menjadi evaluasi pihaknya, jelang mempersiapkan tim Riau untuk PON di Papua tahun depan.

Liverpool vs Manchester City Peluang Taklukkan The Reds di Anfield Malam Ini Video live streaming

Sosok Ryochin, Pria Asal Jepang yang Disebut Pengganti Reino Barack di Hati Luna Maya

Jadi Mucikari, Gadis Muda 18 Tahun Juga Tawarkan Teman SMA Sendiri, Patok Tarif Rp 1,7 Juta

"Sejak sekarang kami siapkan. Setelah istirahat beberapa hari pasca Pra PON kemarin, kita tancap gas. Pelatih dengan atlet, harus terus bersinergi, sehingga target medali di PON Papua, bisa terwujud," harapnya.

Lebih lanjut disampaikan, untuk persiapan PON Papua, pihaknya tidak mau seperti kejadian persiapan Pra PON kemarin. Praktis tim karateka Riau hanya punya waktu 2,5 bulan untuk berlatih.

Untung saja atlet dan pelatih punya motivasi tinggi, sehingga semuanya tampil all out, meski hanya 3 tiket yang berhasil diamankan.

"Keberhasilan atlet kita ini, tentunya hasil perjuangan yang cukup keras dan membanggakan bagi daerah. Apalagi kepengurusan kami ini baru dilantik, baru hitungan hari," jelasnya.

Sekadar diketahui, Pra PON cabor karate 2019 digelar mulai 4-7 November lalu, di Jakarta. Forki Riau sendiri menurunkan 12 karateka terbaiknya. Pra PON ini sendiri diikuti 33 provinsi se-Indonesia, minus tuan rumah Papua. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved