Penyelundupan Lebih Tiga Ribu Ekor Burung Asal Riau Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni

Ribuan ekor burung dari Riau tersebut dibawa dari Pekanbaru, dan rencananya akan dipasarkan di kawasan Bogor, Jabar.

Penyelundupan Lebih Tiga Ribu Ekor Burung Asal Riau Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni
internet
Petugas mengamankan kardus berisi ribuan burung asal Riau di Bakauheni, Lampung 

tribunpekanbaru.com - Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni bersama Balai Karantina Pertanian Bandar Lampung dan FLIGHT (Protecting Indonesia's Birds), menggagalkan penyelundupan 3.092 ekor burung hasil perburuan liar.

Ribuan burung itu akan diselundupkan dari Lampung ke Bogor (Jawa Barat) melalui Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (9/11) malam lalu.

Dari keterangan yang didapat Minggu (10/11), ribuan burung tersebut dikemas dalam 78 keranjang dan 37 kardus. Petugas mengamankan satu unit mobil Panther warna silver B 1071 BYY yang jadi alat angkut.

Kanit Reskrim KSKP Bakauheni, Ipda Mustholih mengatakan, pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah, seperti surat kesehatan hewan serta surat angkut tumbuhan dan satwa liar dalam negeri (SATSDN).

"Burung-burung tersebut dari Pekanbaru, Riau. Sedangkan Lampung hanya jadi tempat transit atau penampung burung sebelum dikirim dan dipasarkan ke Bogor, Jawa Barat,” kata Mustholih.

KSKP Bakauheni berkoordinasi dengan Balai Karantina Pertanian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk mengambil langkah selanjutnya. Diantaranya melakukan penegakan hukum atau pembinaan kepada pelaku. Kepada BKSDA akan diklarifikasi untuk mengetahui jenis burung yang diselundupkan, serta status hewan dilindungi atau tidak.

Burung yang diamankan sedikitnya ada 21 jenis, seperti Burung Ciblek, Gelatik, Jalak Kebo, Burung Madu, Pleci, Cucak Ijo, Cucak Ranting, Prenjak, dan Srindit.

Direktur Komunikasi FLIGHT, Namira Annisa, mengapresiasi komitmen dan kerja petugas KSKP Bakauheni, Balai Karantina Pertanian Bandar Lampung, dan BKSDA Lampung yang menggagalkan penyelundupan burung liar dari Sumatra ke Jawa.

Menurut Namira, populasi burung liar Sumatra saat ini sangat terancam, akibat masifnya perburuan liar dan penyelundupan. “Lebih dari satu juta burung Sumatra dicuri dari alam setiap tahun. Sebagian besar burung ini diselundupkan ke Jawa,” kata Namira, Minggu (10/11).

FLIGHT mencatat, antara Januari 2018 sampai Agustus 2019 terjadi setidaknya 45 kasus upaya penyelundupan burung liar Sumatra ke Jawa. Penyelundup satwa tersebut menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung. Beruntung, di pelabuhan petugas KSKP Bakauheni berhasil menggagalkan.

“Lebih dari 39 ribu ekor burung telah diselamatkan,” katanya.

Sebelumnya, petugas BKSDA Lampung bersama FLIGHT telah pula mengamankan 1.500 ekor burung dari 16 spesies di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), persisnya di depan SPBU Kalibalangan, Lampung Utara, Sabtu (9/11) lalu. Burung beragam jenis tersebut akan ditampung dan diperjualbelikan di dua daerah di Lampung.

Burung-burung tersebut dibawa dari Lubuklinggau (Sumsel) tujuan Lampung menggunakan mobil travel. Sopir travel tidak dapat menunjukkan dokumen burung-burung tersebut. Burung berbagai jenis tersebut dimasukkan dalam 23 keranjang, kardus, dan sangkar lainnya.

“Barang bukti burung berbagai spesies dan supir travel masih diamankan BKSDA. Sebagian burung sudah dilepasliarkan,” kata Namira Annisa.

FLIGHT menyebutkan, 1.500 burung yang diamankan itu setidaknya dari 16 spesies di antaranya Ciblek, Gelatik Batu, Pelatuk Sampit, Pleci, Cucak Jenggot, Cucak Kopi, Murai Air, Poksay Sumatra, Poksay Hitam, Cucak Keling, Cucak Ijo, Cucak Ranting, Cucak Ijo Mini, dan lainnya. (rin/rol)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved