Periksa Tiga Orang Terlapor, Polisi Panggil Saksi Kasus Penganiayaan Siswa di Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru sudah meminta keterangan dari enam saksi terkait dugaan bullying seorang siswa SMPN 38 Pekanbaru.

Periksa Tiga Orang Terlapor, Polisi Panggil Saksi Kasus Penganiayaan Siswa di Pekanbaru
Dok. Akun FB Rani Chambas
Siswa SMP yang diduga jadi korban perundungan saat dirawat di rumah sakit di Pekanbaru, Riau, Kamis (7/11/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satreskrim Polresta Pekanbaru sudah meminta keterangan dari enam saksi terkait dugaan bullying seorang siswa SMPN 38 Pekanbaru.

Tiga saksi di antaranya merupakan terlapor. Mereka diduga pelaku aksi dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa SMPN 38 Pekanbaru.

Korban awalnya diduga objek bullying atau perundungan oleh rekannya di kelas.

Korban diduga dianiaya oleh tiga rekannya sesama siswa hingga hidungnya patah. Bahkan korban sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Polisi juga sudah meminta keterangan dari dua orang pihak sekolah terkait dugaan penganiayaan anak di bawah umur. Orangtua korban juga sudah memberi keterangan kepada polisi.

Serangkaian pemanggilan ini untuk menghimpun keterangan setelah polisi menerima laporan dari orangtua siswa.

"Kita sudah periksa enam orang. Tiga di antaranya adalah terlapor yang diduga pelaku penganiayaan anak di bawah umur," ujar Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaluddin Syam kepada Tribun, Minggu (10/11/2019).

Awaluddin juga menyebut bahwa pihaknya mengambil keterangan dari pihak sekolah. Orangtua korban juga dimintai keterangan perihal kejadian yang membuat korban harus dapat perawatan di rumah sakit.

Sebelumnya, Kepala SMP Negeri 38 Pekanbaru, Rima Pepitra mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait kejadian yang menimpa siswanya.

Rima mengaku masih mengumpulkan fakta terkait kejadian yang dialami siswanya. Ia memilih untuk irit berkomentar perihal kejadian ini.

Rima enggan berkomentar banyak saat Tribun hendak konfirmasi lebih lanjut. Padahal Tribun sempat mempersilahkan Rima untuk membeberkan kejadian yang dialami siswanya.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru berjanji bakal melakukan investigasi terkait dugaan perundungan di SMP negeri itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal menyebut bahwa kejadian ini terjadi antara siswa dengan siswa.

Pihaknya pun bakal menelusuri dan menghimpun informasi terkait aksi dugaan perundungan tersebut. Jamal juga bersama dinas bakal menelusuri keterangan dari dua pihak.

Ia tidak ingin keterangan perihal kejadian ini hanya berasal dari satu pihak saja. Kedua pihak harus beri penjelasan terkait dugaan bullying. (*)

Penulis: Fernando
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved