Pekanbaru

Siswa SMP di Pekanbaru Dibully Sampai Hidung Patah, Ketua DPRD Kota: Harus Diusut Tuntas

Apalagi aksi tidak terpuji ini terjadi di dalam institusi pendidikan. Ada dugaan kejadian perundungan terjadi saat waktu belajar.

Siswa SMP di Pekanbaru Dibully Sampai Hidung Patah, Ketua DPRD Kota: Harus Diusut Tuntas
Dok. Akun FB Rani Chambas
Siswa SMP yang diduga jadi korban perundungan saat dirawat di rumah sakit di Pekanbaru, Riau, Kamis (7/11/2019). 

Siswa SMP di Pekanbaru Dibully Sampai Hidung Patah, Ketua DPRD Kota: Harus Diusut Tuntas

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi dugaan bullying atau perundungan terhadap seorang siswa di SMPN 38 Pekanbaru mendapat perhatian dari legislator di DPRD Kota Pekanbaru. Mereka mendesak Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru bisa mengusut tuntas terkait aksi perundungan ini.

Apalagi aksi tidak terpuji ini terjadi di dalam institusi pendidikan. Ada dugaan kejadian perundungan terjadi saat waktu belajar.

Akibatnya aksi ini memakan korban yakni satu siswa. Korban mengalami parah hidung hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

"Harus ada tindakan dari dinas terkait dan diusut tuntas," terang Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani Minggu (10/11/2019).

Siswa SMP di Pekanbaru Dibully di Sekolah, Patah Hidung, Guru Tak Melerai, Sekolah Sebut Bergurau!

Menurutnya, kejadian ini tidak boleh terulang lagi. Apalagi diduga kuat perundungan terjadi di dalam kelas saat proses belajar mengajar.

Guru yang ada di dalam kelas mestinya bertindak saat kejadian. Dewan pun berencana untuk segera melakukan klarifikasi terkait kronologis kejadian itu.

"Kami sampaikan ke dinas pendidikan dan pihak sekolah, untuk ke depannya jangan sampai terjadi lagi," jelasnya.

Politisi PKS ini juga mengimbau agar orangtua berperan dalam mencegah terjadinya perundungan di sekolah. Ia pun berharap kejadian ini adalah yang terakhir.

"Kita sebagai orangtua punya peran dalam mencegah bully di sekolah. Kita berharap ini yang terakhir," ulasnya.

Pelaku kekerasan ini bisa saja diproses hukum bila terbukti melakukan penganiayaan. Walau pelaku masih tergolong masih di bawah umur.

Maka dari itu Komisi III DPRD Kota Pekanbaru bakal menggelar rapat terkait hal ini. Aksi perundungan tersebut bakal jadi satu bahasan.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved