Pelalawan

STORY - Drama Eksekusi Pelaku Pemerkosa Anak Tiri di Pelalawan Riau, Sampai Minta Ditembak Mati

Tim kejaksaan tak mau kalah, terus mengawasi gerak gerik Suardi agar tidah lengah dan melarikan diri.

STORY - Drama Eksekusi Pelaku Pemerkosa Anak Tiri di Pelalawan Riau, Sampai Minta Ditembak Mati
Istimewa
Proses eksekusi terpidana persetubuhan anak sisbawah umur atas nama Suardi (49) oleh Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) pelalawan di Desa Sotol Kecamatan Langgam, Jumat (8/11/2019) pekan lalu. 

STORY - Drama Eksekusi Pelaku Pemerkosa Anak Tiri di Pelalawan Riau, Sampai Minta Ditembak Mati  

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Proses eksekusi terpidana Suardi dalam perkara persetubuhan anak dibawah umur oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Riau ternyata tidak mudah pada Jumat (8/11/2019) di Desa Sotol Kecamatan Langgam.

Dua jam lebih tim eksekutor Kejari Pelalawan yang dipimpian Kepala Seksi Pidana Umum Agus Kurniawan SH MH bersama dua anggota Marthalius SH dan Nofwandy SH bernegosiasi dengan Suardi dan keluarganya.

Sebab berbagai cara dilakukan terpidana Suardi agar dirinya tidak jadi di eksekusi dan dijebloskan kembali ke sel penjara.

Tim kejaksaan tak mau kalah, terus mengawasi gerak gerik Suardi agar tidah lengah dan melarikan diri.

"Yang bersangkutan banyak alasan supaya tak dieksekusi. Kita tetap pada keputusan dan harus menjalankan putusan MA," kata Kasi Pidum Agus Kurniawan kepada tribunpelalawan.com, Minggu (10/11/2019).

Siswa SMP di Pekanbaru Dibully Sampai Hidung Patah, Ketua DPRD Kota: Harus Diusut Tuntas

Tim eksekutor Kejari Pelalawan mendatangi Mapolsek Langgam setelah diinformasikan penyidik kepolisian atas kehadiran Suardi.

Setelah disampaikan jika ada putusan Mahkamah Agung yang memvonis dirinya lima tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar, Suardi tak percaya sekaligus syok.

Ia bersikukuh mengaku tak bersalah atas putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan pada February lalu.

Lantaran tak mau dieksekusi, jaksa memanggil Kepala Desa (Kades) Sotol untuk menyaksikan proses penangkapan dan penahanan tersebut.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved