Bengkalis

STORY - Hikmah Terjaring Razia, Saut Akhirnya Kerja Memakmurkan Musala Satlantas Polres Bengkalis

Cara tuhan memberikan rejeki kepada hambanya berbeda beda. Saut yang terjaring razia kendaraan akhirnya dapat kerja.

STORY - Hikmah Terjaring Razia, Saut Akhirnya Kerja Memakmurkan Musala Satlantas Polres Bengkalis
Polres Bengkalis
Saut Maruli Tua Aritonang (28) saat membersihkan Musala Satlantas Polres Bengkalis 

STORY - Hikmah Terjaring Razia, Saut Akhirnya Kerja Memakmurkan Musala Satlantas Polres Bengkalis

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Cara tuhan memberikan rejeki kepada hambanya berbeda beda.

Kadang rejeki datang dari pintu yang tidak terduga duga oleh hambanya sama sekali.

Itulah yang dirasakan Saut Maruli Tua Aritonang (28) warga Jalan Jawa kota Duri kecamatan Mandau.

Siapa sangka awalnya dirinya keluar rumah pada minggu pagi beberapa pekan lalu dengan menggunakan kendaraan roda duanya bersama sang istri Meta untuk mencari kerja di sebuah toko bagunan berbuah manis.

Saat itu Saut berkendara menggunakan sepeda motor miliknya dengan kelengkapan yang lengkap.

Hanya saja saat melintas di sekitaran jalan Hang Tuah Bengkalis Saut terjaring razia Satlantas Polres Bengkalis yang waktu itu melakukan operasi Zebra Muara Takus 2019.

 BREAKING NEWS: Pengumuman Penerimaan CPNS Pemprov Riau Batal Besok, Ada Apa?

 CPNS 2019 di Kuansing Riau, Ada Formasi untuk Guru TK dan Bidan

Secara kasat mata tidak ada yang kurang dari kendaraan Saut.

Hanya saja saat petugas memeriksa surat menyurat kendaraanya ternyata kendaraan Saut sudah mati pajak sejak empat tahun lalu.

Pajak kendaraannya sejak dibelinya pada tahun 2013 lalu baru sekali dibayarkan.

Bukan karena sengaja tidak ingin membayar pajak, Saut terpaksa tidak membayar pajaknya karena kondisi ekonominya memang sulit.

"Kerja saya serabutan, kadang kerja kadang tidak. Kerja juga biasanya membantu orang bertukang, berkebun, tidak ada kerja tetap," ungkap pria yang hanya lulusan SMA ini.

Pada razia Zebra kali ini, dengan pelanggaran tidak membayar pajak, petugas Lantas Polres Bengkalis berencana menilang kendaraan Saut.

"Motor saya mau ditahan waktu itu, padahal SIM saya ada hanya tidak bayar pajak saja kesalahan saya," ungkap Saut.

 Kepergok Satpol PP Sedang Bongkar Atap Bekas Pasar Lama, Maling di Selatpanjang Riau Berhamburan

 STORY - Drama Eksekusi Pelaku Pemerkosa Anak Tiri di Pelalawan Riau, Sampai Minta Ditembak Mati

Dengan ditahannya motornya, Saut merasa akan kesulitan untuk mencari kerja. Tentu saja langkahnya akan terbatas tanpa kendaraan.

"Saya merasa kalau motor ini ditahan tidak ada lagi kaki saya untuk berjalan jauh mencari kerja. Saya coba waktu itu negosiasi sama yang memimpin razia ini," ceritanya.

Menurut dia, waktu itu dibertemu pria berpakaian polisi dengan pangkat dipundaknya garis balok tiga. Belakangan baru diketahuinya ternyata orang ditemuinya ini merupakan Kasatlantas Polres Bengkalis.

"Saat itu saya izin bertanya langsung ke dia, sim dan lengkapan kendaraannya lengkap. Kesalahan saya cuman pada pajak yang sudah mati, dan saya pertanyakan kenapa motor saya yang ditahan, saya minta keringanan agar kendaraan saya tidak ditahan," pungkasnya.

Saat itu pimpinan Satlantas ini, memberikan keringanan untuk menilang surat kendaraannya saja. Namun Saut menyampaikan kepadanya kalaupun surat suratnya ditahan dirinya tidak akan mampu menebus tilang tersebut dalam waktu dekat.

"Bagaimana mau nebus tilang untuk makan saja saya sulit. Ini saja saya mau mencari kerja, tapi malah terkena razia," ceritanya pada Kasatlantas saat itu.

Upaya Saut saat itu meminta keringanan untuk tidak ditilang ternyata tidak berhasil, petugas Kepolisian tetap memberlakukan tilang kepadanya.

Saut pun sadar memang kesalahannya yang tidak membayar pajak.

"Setelah saya tidak berhasil, kemudian kembali ke petugas yang menilangnya. Ternyata setelah itu istri saya pergi mendekati pimpinan razia tersebut," terang Saut.

Istri Saut sempat berbincang dengan Kasatlantas, dan menyampaikan kalau suami tidak akan mampu menebus tilang ini. Karena Saut memang saat ini tidak bekerja dan tidak mempunyai duit.

 Siswa SMP di Pekanbaru Dibully Sampai Hidung Patah, Ketua DPRD Kota: Harus Diusut Tuntas

Karena merasa terharu dengan cerita istri Saut ini, Kasatlantas sempat menawarkan diri untuk membayarkan tilang tersebut.

"Waktu itu Kasat mau kasih saya uang untuk membayarkan denda tilang. Saya tidak mau terima, karena saya tidak bekerja sama dia bagaimana saya terima duit kalau tidak kerja," ungkapnya.

Saut sempat menyampaikan kepada Kasat, kalau memang kasihan kepadanya jangan berikan uang. Tapi cukup dilepas saja dari tilang ini.

"Waktu itu Kasat bilang dirinya mau sedekah, dan jumpai dia jam 1 siang di kantor Satlantas Polres Bengkalis yang ada di Duri. Tawaran ini saya terima habis Dzuhur Saya datang ke sana," terangnya.

Selepas solat Dzuhur siang itu, Saut menepati janjinya, datang ke kantor Satlantas Polres Bengkalis di Duri untuk bertemu dengan Kasatlantas Polres Bengkalis.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved