Rabu, 3 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Tata Cara Pelaksanaan Umrah Serta Syarat dan Rukun Umrah (video)

Umrah sering disebut dengan haji kecil. Melaksanakan ibadah Umrah akan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

Tayang:
Editor: M Iqbal

Tata Cara Pelaksanaan Umrah  Serta Syarat dan Rukun Umrah (video)

Simak sejumlah ketentuan saat melaksanakan umrah.

Seperti larangan, tata cara, syarat serta rukun umrah.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Melaksanaan ibadah ke tanah suci merupakan dambaan setiap muslimin.

Umrah merupakan satu diantara ibadah di tanah suci yang selalu diimpikan selain ibadah haji.

Umrah sering disebut dengan haji kecil. Melaksanakan ibadah Umrah akan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

Ibadah umrah merupakan satu diantara ibadah maliah. Yakni ibadah yang dilakukan dengan mengorbankan harta benda.

Pelaksanaan ibadan umrah ini dapat dilakukan kapan saja. Kecuali pada hari tertentu seperti hari Arafah pada 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik tanggal 11, 12, 13 Zulhijah.

Berbeda dengan haji yang dilakukan pada waktu yang telah ditetapkan yakni antara 9 - 13 Dzulhijjah.

Agar pelaksanaan ibadah umrah dapat dilakukan dengan baik, ada baiknya dipahami larangan-larangan dalam pelaksanaan umrah berikut ini:

1. Memakai wangi-wangian (kecuali yang dipakai sebelum ihrom dan sudah kering sebelum berpakaian ihrom)

2. Memotong kuku dan bercukur atau mencabut bulu badan

3. Memburu atau menganggu binatang atau membunuh hewan dengan cara apapun

4. Memotong atau merusak pepohonan tanah haram

5. Meminang, menikah atau menikahkan serta bersaksi

6. Bercumbu atau berjimak suami istri

7. Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor

Mengetahui larangan dalam melaksanakan umrah ini diharapkan ibadah yang dilakukan dapat dilakukan dengan baik. 

Selain tentunya juga harus mengikuti ketentuan-ketentuan seperti syarat, rukun dan wajib umrah lain.

Berikut Tribunpekanbaru.com kutip dari berbagai sumber terkait syarat, rukun, wajib dan tata cara pelaksanaan umrah.

Syarat umrah sama dengan syarat dalam pelaksanaan haji, yakni:

1. Beragama Islam
2. Baligh, dan berakal
3. Merdeka
4. Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan, serta anggaran
5. Ada mahram (khusus bagi wanita).

Dalam pelaksaan umrah hal lain yang juga perlu diketahui adalah Rukun Umroh.

Berikut rukun umrah, urutannya adalah :

1. Ihram
2. Thawaf
3. Sai
4. Tahallul
5. Tertib

 Tata Cara Ibadah Umrah dan Bacaannya, Waktu Pelaksanan Ibadah Umrah

Hal lain yang juga perlu diketahui adalah wajib umrah yakni:

1. Melakukan ihram saat hendak memasuki miqat
2. Bertahallul dengan menggundul atau mencukur sebagian rambut
3. Barangsiapa meninggalkan rukun, maka ibadah umrohnya tidak sempurna dan wajib diulangi
Meninggalkan salah satu kewajiban, umrah dapat tetap sah dan kesalahan tersebut (meninggalkan kewajiban) bisa
4. ditutup menggunakan DAM
5. Jika melakukan hubungan suami-istri sebelum tahallul, maka wajib membayar setara seekor kambing

Selain itu, yang perlu juga untuk diketahui adalah tata caranya.

Berikut tata cara melaksanakan ibadah umrah:

1. Miqad

Miqat adalah garis start/mulai seorang jamaah yang hendak melakukan ibadah umroh.

Sebelum miqad dilakukan berbagai persiapan mulai dari mandi, mengenakan pakaian ihram, berwudhu dan mengerjakan sholat sunnah ihram 2 rakaat.

Setelah itu niat mengerjakan ibadah umroh dengan membaca bacaan niat umroh.

"Labbaikallahumma 'umratan"

Yang artinya "Aku sambut panggilanMu ya Allah untuk menjalankan umroh"

2. Setelah mengenakan pakaian ihram, seorang jamaah umroh dilarang untuk melakukan hal-hal yang sudah ditentukan syariat.

 Rekomendasi 6 Waktu Terbaik untuk Umrah, Bermanfaat Bagi yang Baru Pertama Umrah ke Tanah Suci

Jemaah Pria, dilarang:

• memakai pakaian biasa

• memakai alas kaki yang menutupi mata kaki

• menutup kepala dengan peci, topi, dan sebagainya

Jemaah wanita, dilarang:

• memakai kaus tangan

• menutup muka Bagi pria dan wanita, dilarang:

• memakai wangi-wangian

• memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut/bulu

• memburu atau mematikan binatang apa pun

• menikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi

• bermesraan atau berhubungan intim

• mencaci, bertengkar atau mengeluarkan kata-kata kotor

• memotong tanaman di sekitar Mekah

3. Menuju Masjidil Haram di Mekah.

Dalam perjalanan, memperbanyak bacaan kalimat talbiyah yang selalu diucapkan Rasulullah SAW ketika umroh dan haji.

"Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni'mata Laka Wal Mulk Laa Syarika Lak"

Artinya:

"Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu."

4. Thawaf.

Urutan umroh berikutnya adalah tawaf. Tawaf dilakukan sebanyak 7 kali yang dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir pula di Hajar Aswad.

Dalam melakukan urutan ibadah umroh yang satu ini disunnahkan pula untuk berlari-lari kecil di 3 putaran pertama dan berjalan biasa di 4 putaran terakhir.

Sebelum masuk Masjidil Haram, jamaah dianjurkan berwudhu terlebih dahulu.

Jamaah boleh masuk Masjidil Haram lewat pintu mana saja, tapi dianjurkan mengikuti contoh Rasulullah SAW yang masuk melalui pintu Babus Salam atau Bani Syaibah.

5. Sholat 2 Rakaat di Depan Makam Nabi Ibrahim

Tata cara umroh berikutnya yakni sholat 2 rakaat di depan makam Nabi Ibrahim.

Ketika shalat, dianjurkan untuk membaca surat Al Kaafirun pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua membaca dianjurkan untuk membaca surat Al Ikhlas.

6. Istirahat sejenak dan minum air zam-zam

Usai shalat dua rakaat, urutan umroh selanjutnya adalah beristirahat dan minum air zam-zam. Ketika minum air zam-zam jangan lupa membaca doa minum air zam-zam yang berbunyi:

“Allahumma inni asaluka ilman nafian wa rizqon waasian wa syifaan min kuli daain wa saqomin bi rohmatika yaa arhamar roohimiin.” (Ya Allah aku mohon padamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit).

 13 Barang yang Tak Boleh Lupa Dibawa Jemaah ke Tanah Suci, yang Pertama Kali Umrah Wajib Tahu

7. Sai sebanyak tujuh kali.

Sa’i dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwah sebanyak 7 kali putaran. Usahakan ketika berada di atas Bukit Shafa kemudian menghadap ke arah Ka’bah lalu membaca doa yang berbunyi:

“Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, walillaahil hamdu, AllaahuAkbar, ‘alaamaa hadaanaa walhamdulillahi ‘alamaa aulaana, Laa ilaaha illaallahu wahdahu la syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu biyadihil khaiiru wahuwa ‘alaa kulli syai inqadiir. Laa ilaaha illallahu wahdahu lasyarika lah, anjaza wa’dahu wanasara ‘abdahu wahazamal ahzaaba wahdah, laa ilaha illallahu walana’ budu illaa iyyaahu mukhilisiina lahuddiina walau karihal kaafiruun.”

8. Tahallul

Tata cara umroh yang paling terakhir adalah bertahallul. Setelah melakukan beberapa rangkaian ibadah, jamaah bertahallul atau memotong rambut di Bukit Marwah. Untuk laki-laki lebih baik mencukur rambut sampai habis lalu perempuan memotong rambut minimal 3 helai.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved