Berita Riau

BUAYA di Sungai Siak Pekanbaru Terjerat Perangkap Ikan Warga Rumbai Pesisir, Panjangnya 1.5 Meter

Seekor buaya di Sungai Siak Pekanbaru terjerat perangkap ikan warga Rumbai Pesisir, panjangnya 1.5 meter dan diketahui pada pagi hari

BUAYA di Sungai Siak Pekanbaru Terjerat Perangkap Ikan Warga Rumbai Pesisir, Panjangnya 1.5 Meter
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
BUAYA di Sungai Siak Pekanbaru Terjerat Perangkap Ikan Warga Rumbai Pesisir, Panjangnya 1.5 Meter 

"Kita juga sudah pasang plang-plang imbauan di kawasan Sungai Buluhala, serta lebih intens melakukan imbauan kepada masyarakat di sekitar Sungai Buluhala. Untuk saat ini mengurangi aktivitas di sungai, jika memang mengharuskan juga, kalau bisa mencuci atau mandi di darat, sedangkan air diambil menggunakan ember, dan membuat pagar di sekitar tempat mencuci," katanya.

Mengenai apakah akan ada relokasi buaya dari Sungai Buluhala, Zamir menyebut hal tersebut saat ini dirasa tidak pas.

Pasalnya kawasan tersebut merupakan habitat buaya, dan diduga buaya di kawasan itu lebih dari satu ekor.

"Memang kejadian sudah dua kali, kami juga sudah ke lapangan untuk memberi santunan kepada Fatimah, bocah yang sempat diterkam buaya. Kalau ibu-ibu ini kita juga akan segera ke sana. Jadi saya berharap masyarakat berhati-hati dalam berkegiatan di Sungai Buluhala," ujarnya.

Berjarak 50 Meter

Sementara itu, Kapolres Kota Dumai, AKBP Andri melalui Kapolsek Sungai Sembilan, AKP Iskandar, membenarkan terjadi kembali peristiwa serangan buaya di Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai.

"Buaya sempat menarik korban sehingga korban terjatuh ke dalam sungai dengan kedalaman sungai kurang lebih 1,5 meter," kata Iskandar, Rabu (2/10).

Menurutnya, saat kejadian tersebut kondisi sungai dalam keadaan pasang atau air naik.

Setelah diterkam buaya, Itasari kemudian berteriak dan mencoba melepaskan diri dari cengkeraman buaya.

Beruntung, di saat kejadian itu, anak korban berada di lokasi dan melihat peristiwa itu.

Dia dengan segera mendatangi dan menyelamatkan korban yang waktu itu hampir lemas karena ditengelamkan hewan predator tersebut.

Atas peristiwa tersebut, korban mengalami luka robek akibat gigitan buaya di bagian dada sebelah kanan, perut, dan selangkangan sebelah kiri. Korban sudah mendapatkan perawatan dari medis setempat (mantri), dan saat ini korban sudah pulang ke kediamannya.

"Peristiwa penerkaman buaya yang menimpa Itasari ini cuma beda jarak 50 meter dari kejadian yang menimpa bocah 10 tahun sebelumnya," terangnya lagi.

Gadis 10 Tahun di Riau Nyaris Dimangsa Buaya

Gadis 10 tahun di Riau nyaris dimangsa buaya, sang ibu nekat buka mulut buaya yang menggigit anaknya.

Tanggal 19 September 2019, sekitar pukul 17.00 WIB, merupakan saat tak terlupakan bagi Jumiati (45), karena hari itu terjadi peristiwa yang hampir merenggut nyawa putri tercintanya.

Peristiwa yang tak disangka-sangka tersebut adalah terkaman buaya di Sungai Buluhala, kecamatan Sungai Sembilan, pada Kamis (19/9/2019).

‎Putrinya yang masih berusia 10 tahun bernama Patimah Putri (10), nyaris saja tewas, akibat terkaman buaya, namun berkat dirinya yang bergulat dengan buaya, akhirnya Patimah bisa selamat dari maut.

Jumiati menceritakan aksi heroik dirinya yang berhadapan secara langsung dengan buaya penunggu Sungai Buluhala, demi selamatkan sang anak.

Awalnya, seperti hari-hari biasanya di musim kemarau, dirinya dan keluarga baik mandi dan mencuci dilakukan di Sungai Buluhala.

Memang tidak pernah terpikirkan olehnya, bahwa Patimah akan menjadi incaran hewan yang diduga berjenis Buaya Katak.

Tepatnya, pada Kamis sore saat dirinya bersama anak perempuannya mencuci pakaian sekaligus mandi di Sungai Buluhala tersebut.

Saat itu dirinya dan anak perempuanya tersebut memang tidak berdekatan, namun jaraknya tidaklah jauh hanya sekitar 5 Meter saja.

Saat tengah asyik membilas ‎pakaian bersama anaknya, tiba-tiba kejadian naas tersebut terjadi.

Buaya penunggu sungai Buluhala tersebut menerkam tangan anaknya, dan menyeret nya ke dalam sungai.

"Sempat berteriak, dan saya segera mendatangi anak saya. Saya sempat memanggil anak saya, namun tidak ada jawaban, dan saya liat ke dalam sungai dan anak saya sudah dibawa buaya namun tertahan karena ada tunggul," sebutnya.

Melihat hal tersebut, tanpa menunggu lama, ‎Jumiati langsung loncat ke dalam sungai untuk menyelamatkan sang anak.

Seorang Bocah berusia 10 tahun Patimah Putri (10), nyaris saja tewas, akibat terkaman buaya, saat membilas baju di Sungai Buluhala, kecamatan Sungai Sembilan, pada Kamis (19/9/2019).
Seorang Bocah berusia 10 tahun Patimah Putri (10), nyaris saja tewas, akibat terkaman buaya, saat membilas baju di Sungai Buluhala, kecamatan Sungai Sembilan, pada Kamis (19/9/2019). (Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra)

Namun saat dikejar, buaya pun hilang ke dasar sungai bersama anaknya.

Tak sampai disitu, Jumiati pun ikut menyelam sambil memanggil anaknya.

Kondisi air yang tak terlalu dalam, membuat dirinya bisa menemukan buaya yang menerkam anaknya tersebut.

Dirinya pun berlari ke arah buaya tersebut, melihat anaknya masih digigit oleh buaya tersebut, Jumiati pun sempat menginjak punggung buaya, namun gigitan buaya tak kunjung lepas.

"Ya sempat ada perlawanan jugalah dari buaya, seperti mencakar saya dan mengibaskan ekornya, namun saya tetap bertahan untuk menyelamatkan anak saya. Karena tak mau melepaskanya, saya injak punggung nya dan saya buka mulut buaya tersebut dengan tangan kosong, saya tarik keatas mulutnya. Alhamdulliah lepas," imbuhnya.

Setelah anaknya lepas dari gigitan buaya, Jumiati pun menyuruh anaknya untuk naik kedarat. Setelah berada di darat, ia pun melepaskan buaya tersebut.

"Saat melepaskan buaya tu, masih juga mengejar anak saya kedarat, namun karena sudah jauh, buaya pun kembali ke sungai kemudian kabur," ucapnya,Berhasil menyelamatkan anaknya dari gigitan buaya, juamati pun mengendong anaknya yang sudah mengalami luka robek di bagian tangan dan pundak ‎menuju rumah untuk diobati.

Jarak rumahnya menuju sungai tersebut, sekitar 100 meter, dan Jumati mengendong anaknya yang menangis kesakitan akibat terkaman buaya tersebut.

"Alhamdullah saat saya berjalan mengendong anak saya, ada anak saya yang besar namaya Along dan membantu saya untuk membawanya ke tim medis terdekat," terangnya.

Dirinya mengaku, rasa takutnya hilang melihat anaknya di terkam buaya, yang ada di benaknya hanya anaknya harus selamat dari terkeman buaya.

Jumaiti berharap, buaya yang sudah meresahkan masyarakat sekitar tersebut ‎bisa ditangkap dan dipindahkan, karena sudah meresahkan.

Lebih lanjut dijelaskanya, meskipun selamat, namun Patimah mengalami luka gigitan disekujur tubuhnya akibat serangan buaya, seperti dibagian punggung, tangan, dan pundak. Dirinya punterluka di bagaian kaki akibat gigi buaya dan bagaian dada terkena cakaran.

‎Sementara, Along yang merupakan abang Korban, kejadian mengerikan itu terjadi, di Rt 20 Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Along mengaku disejumlah aliran sungai Buluhala memang dikenal banyak terdapat buaya. buaya-buaya tersebut selama ini tidak menggangu orang, dan dalam dua tahun ini mulai menggangu, dan sudah meresahkan.

"Kita berharap Pemerintah dan pihak-pihak terkait segera mengatasi permasalahan tersebut. Hal itu dikhawatirkan menyusul korban lainya. Kita tidak mau ada korban lain, karena keberadaan buaya ini sudah meresahkan warga," pungkasnya.

Mengambil Air Wudhu di Sungai, Tangan Ibu Rumah Tangga Ini Diterkam Buaya

Seorang ibu rumah tangga, Hasnawati (38) nyaris tewas setelah diserang seekor buaya saat mengambil wudhu di sungai yang berada di Desa Sungai Raya, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat (1/11/2019).

"Korban bersama anaknya yang masih berumur lima tahun hendak shalat Isya dan mengambil wudhu di aliran air parit 5. Tiba-tiba saat itu buaya langsung menyerang korban," kata Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot Sihombing, saat dikonfirmasi, Sabtu (2/11/2019).

Buaya tersebut menerkam kedua tangan korban dan berusaha menarik korban ke dalam sungai.

Namun, korban berusaha melawan agar terlepas dari gigitan buaya.

Hasnawati berteriak meminta pertolongan.

Tangan korban digigit buaya
Tangan korban digigit buaya (Istimewa)

Warga yang mendengar teriakan Hasnawati, berdatangan ke lokasi kejadian untuk menolong korban.

Pada saat itu, buaya masih berada di lokasi.

Warga memukuli buaya itu dengan kayu dan bambu hingga mati.

"Buaya yang mati dikubur oleh warga," ujar dia.

Korban yang mengalami luka robek pada kedua tangannya, kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Puri Husada di Tembilahan, Inhil.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Indra Lamhot Sihombing mengatakan, setelah korban berhasil diselamatkan, masyarakat yang sudah ramai berkumpul di lokasi kejadian langsung mengambil kayu dan bambu lalu memukuli buaya. 

Selanjutnya, setelah buaya tersebut mati karena dipukuli, kemudian warga menguburkan bangkai buaya di sekitar lokasi kejadian. 

Untuk diketahui, peristiwa penyerangan buaya itu terjadi pada hari Jumat (1/11/2019) malam, sekitar pukul 19.30 pada saat korban hendak mengambil wudhu di parit.

Beruntung korban berhasil menyelamatkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka karena gigitan buaya

Berita ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Saat Ambil Wudhu, Ibu Rumah Tangga Nyaris Tewas Dimangsa Buaya, Tangannya Robek Digigit

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Diterkam Buaya Saat Ambil Air Wudhu di Sungai, Tangan Ibu Rumah Tangga Ini Nyaris Putus

Tribun Pekanbaru.com/Theo Rizky - BUAYA di Sungai Siak Pekanbaru Terjerat Perangkap Ikan Warga Rumbai Pesisir, Panjangnya 1.5 Meter

Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved