Beita Riau

Dewan Kritisi Proyek Strategis Gagal, Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terhadap RAPBD 2020 Pelalawan

Agenda kali ini penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap RAPBD tahun 2020 yang telah diserahkan pekan lalu.

Dewan Kritisi Proyek Strategis Gagal, Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terhadap RAPBD 2020 Pelalawan
TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
Rapat paripurna DPRD Pelalawan mengagendakan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap RAPBD tahun 2020, Senin (11/11/2019). 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - DPRD Pelalawan menggelar rapat paripurna tentang Rancangan APBD tahun 2020, Senin (11/11/2019).

Agenda kali ini penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap RAPBD tahun 2020 yang telah diserahkan pekan lalu.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Adi Sukemi didampingi Wakil Ketua I Syafrizal SE dan dihadiri Wabup Pelalawan Zardewan MM. Paripurna dihadiri 25 dari 35 anggota dewan serta tamu undangan para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sebanyak tujuh fraksi yang menyampaikan pemandangan umumnya terhadap rancangan APBD tahun 2020.

Mulai dari Fraksi Golkar hingga Fraksi PKB, kebanyakan memberikan kritik dan masukan terhadap pelaksanaan APBD tahun 2019 lalu. Banyak hal yang dipertanyakan wakil rakayat kepada pemerintah daerah (pemda) dalam hal ini Bupati Pelalawan, HM Harris.

Seperti pandangan umum Fraksi Golkar yang dibacakan Ketua Fraksi Baharuddin menyebutkan banyak kegagalan pada pelaksanaan kegiatan dan anggaran tahun 2019 ini. Kondisi ini harus menjadi pelajaran dan evaluasi dalam menjalankan APBD 2020.

"Kita sama-sama tahun APBD tahun 2020 diprediksi menurun hingga Rp 47 miliar atau 2,99 persen. Jangan sampai kegagalan tahun ini terulang lagi ke tahun depan,"papar Baharuddin.

Dewan merincikan kegagalan yang dimaksud melihat banyaknya proyek-proyek yang strategis gagal tender, alhasil pembangunan tidak jadi dilaksanakan.

Padahal pembangunan infrastruktur itu sangat dibutuhkan masyarakat. Seperti pembangunan jembatan Ukui, jembatan Bunut, dua unit rumah suluk, hingga turap Masjid Ulul Azmi.

"Masih banyak lagi yang gagal tender, seperti IPAL rumah sakit hingga ambulans. Ini harus jadi catatan bagi Dinas PUPR dan ULP. Di mana letak salahnya, masyarakat sangat mendambakan pembangunan itu," tambah Baharuddin.

Abdul Nasib dari Fraksi Gerindra juga mengkritisi program di bidang kesehatan dan pendidikan yang kurang diperhatikan. Pemda harus lebih jeli melihat persoalan terkait kesehatan dan pendidikan termasuk menjalankan program pembangunan saran dan prasarananya.
Selain itu, dewan juga mengkritisi PAD yang belum maksimal digarap.

"Jika peneriman dari pusat menurun, tapi PAD meningkat masih bisa menutupi kekurangan anggaran yang ada," tutur Abdul Nasib.

Rahman Wijayanto dari Fraksi PKB mengkritisi keseriusan OPD yang dinilai kurang dalam menjalankan program kerjanya.

Kebanyakan tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu kegiatan dinas-dinas selalu dimulai menjelang pertengahan tahun, padahal APBD telah disahkan jauh-jauh hari.

"OPD masih kurang serius menjalankan program-program yang ada. Kita minta jangan terlambat lagi dalam melelang kegiatan kedepannya," tukas Rahman. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved