Langka di SPBU, Pemprov Sumbar Minta Pertamina Tambah Pasokan Hingga 31 Desember

Pemprov Sumbar bertemu dengan Pertamina untuk membahas kelangkaan solar yang sudah terjadi dua pekan terakhir di wilayah Sumbar.

Langka di SPBU, Pemprov Sumbar Minta Pertamina Tambah Pasokan Hingga 31 Desember
tribun padang
Pemprov Sumbar saat bertemu Pertamina pada Senin (11/11), membahas kelangkaan solar yang saat ini terjadi di wilayah Sumbar. 

tribunpekanbaru.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) mengadakan pertemuan dengan PT Pertamina, Senin (11/11). Pertemuan ini membahas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di wilayah Sumbar.

Pemprov yang dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Nasrul Abit, meminta agar PT Pertamina menambah pasokan BBM Solar. Hal ini untuk menghindari gejolak yang terjadi pada akhir tahun.

"Akhir tahun biasanya produksi meningkat dan kebutuhan bahan pangan juga meningkat. Harapannya ada penambahan kuota hingga 31 Desember 2019," kata Nasrul Abit.

Kemudian pada 1 Januri 2020, distribusi BBM dinormalkan kembali. Nasrul Abit menambahkan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014, pengguna BBM tertentu adalah rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum benar-benar harus ditegakkan. Dia pun meminta pihak terkait untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kita tidak akan melanggar Perpres, kita hanya meminta kebijakan PT Pertamina agar tidak terjadi gejolak pada sektor angkutan yang bisa mempengaruhi sektor ekonomi Sumbar," sebut Nasrul Abit.

Dia juga mengimbau seluruh perusahaan dan Organda, mulai 2020 jika dilarang menggunakan BBM bersubdisi untuk taat aturan.

"Kalau tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi, ya jangan pakai yang bersubsidi. Jangan pakai alasan yang macam-macam lagi. Ini komitmen kita. Mudah-mudahan Pertamina bisa memenuhi permintaan ini," harap Nasrul Abit.

Sales Branch Manager PT Pertamina, Arwin Nugraha menyanggupi permintaan Pemprov Sumbar. Menurut dia, memang ada aspirasi agar perekonomian Sumbar bisa lancar, maka dibutuhkan dukungan penyaluran BBM. PT Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lanjutnya, akan mendukung hal tersebut sesuai kebutuhan yang disampaikan.

"Hingga 31 Desember 2019 PT Pertamina akan mencoba menormalisasi penyaluran BBM jenis solar di Sumbar, dan patokannya kira-kira sama dengan realisasi tahun 2018 yaitu 1.250 kiloliter (kl) per hari. Itu yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Semoga bisa segera dilakukan," ungkap Arwin.

Dikatakan, penyebab langkanya solar di wilayah Sumbar ada dua, yaitu pertama rendahnya alokasi biosolar untuk tahun 2019. "Alokasi biosolar tahun 2019 lebih rendah 9 persen dari realisasi 2018," ungkap Arwin.

Selain itu, kelangkaan juga diakibatkan penggunaan yang tidak sesuai ketentuan pemerintah. "Kita lihat di beberapa SPBU ada konsumen yang seharusnya dia tidak menggunakan solar subsidi, tapi tetap mengantre di SPBU. Ini yang menyebabkan antrean panjang di SPBU," terangnya.

Jikapun dilarang operator, oknum tersebut akan pergi namun ia kembali mengantre di SPBU lainnya. "Kita sudah bahas bersama dan sampaikan solusinya. Kita akan segera melakukan tindak lanjut terkait hal ini," tegas Arwin. (rin/tribun padang)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved