Breaking News:

Pangkalan Diduga Jual Elpiji ke Pengecer, Camat Tampan Janji Tinjau Izinnya

Sejumlah oknum pangkalan elpiji 3 kg masih saja bermain. Mereka diduga nekat menjual tabung elpiji 3 kg kepada pengecer.

Penulis: Fernando | Editor: ihsan
ist
ilustrasi pangkalan gas elpiji 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah oknum pangkalan elpiji 3 kg masih saja bermain. Mereka diduga nekat menjual tabung elpiji 3 kg kepada pengecer.

Padahal tabung 3 kg adalah elpiji bersubsidi. Gas tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Seperti dikeluhkan warga Jalan Swakarya, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan terhadap satu pangkalan di kawasan itu. Warga sudah berulang kali menyaksikan pemandangan pengecer antre membeli elpiji di pangkalan. Sehingga warga tidak kebagian.

“Hanya dalam hitungan jam, pihak pangkalan langsung menutup kedainya dengan dalih gas sudah habis. Padahal kami melihat banyak becak mengangkut elpiji dari pangkalan itu,” ujar Hadi, seorang warga, Jalan Swakarya.

Warga berharap Disperindag dan Pertamina menindak tegas oknum pengelola pangkalan tersebut.

Karena jatah elpiji warga justru dijual ke pengecer. Selanjutnya pengecer menjualnya dengan harga lebih tinggi.

Camat Tampan, Liswarti ketika diminta tanggapannya menegaskan bahwa pengelola pangkalan mestinya tidak sembarangan menjual elpiji ke pengecer.

Ia mengingatkan bahwa elpiji 3 kg merupakan barang subsidi.

"Gas tiga kg harus disalurkan kepada warga miskin di kawasan itu. Bukannya dijual ke pengecer," kata wanita berkerudung kepada Tribun, Senin (11/11/2019).

Pihaknya akan berkoordinasi terkait dugaan pangkalan elpijj 3 kg nakal di Kecamatan Tampan. Apalagi ulah oknum pengelola membuat masyarakat miskin sulit memperoleh elpiji 3 kg.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved