Bengkalis

Penyelundupan Handphone Ilegal di Bengkalis Riau, Dua Tersangka Sudah Beraksi 10 Kali dalam Sebulan

Sementara pembawa barang dari Batam berinisial G saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO) pihak Satreskrim Polres Bengkalis.

Penyelundupan Handphone Ilegal di Bengkalis Riau, Dua Tersangka Sudah Beraksi 10 Kali dalam Sebulan
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Kapolres Bengkalis didampingi Kasatreskrim Polres Bengkalis saat ekpos penangkapan handphone ilegal melalui Pulau Bengkalis 

Penyeludupan Handphone Ilegal di Bengkalis Riau, Dua Tersangka Sudah Beraksi 10 Kali dalam Sebulan Ini

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKLIS - Dua orang yang diamankan terkait penyeludupan handphone ilegal melalui pulau Bengkalis yang berhasil diungkap Satreskrim Polres Bengkalis diantaranya Jo alias Acong (31) warga Jalan Diponegoro gang Segar serta rekannya SU alias Widix (24) juga warga Jalan Dipenogor Gang Segar. Dua tersangka ini ternyata sudah sepuluh kali menjadi perantara penjemput handphone ilegal melalui Bengkalis.

Hal ini diungkap Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto kepada awak media saat ekpos penangkapan tersebut, Senin (11/11) siang. Menurut Kapolres peran keduanya hanya perantara atau penjemput dalam penyelupun handphone ilegal ini.

"Dua tersangka yang diamankan ini penjemput dari saat barang sampai ke Bengkalis melalui pelabuhan Sungai Dua Desa Kalemantan Kecamatan Bengkalis yang dibawa oleh pembaea barang dari Batam berinisial G. Kemudian mereka menyimpan handphone ilegal ini di rumahnya sebelum dijemput oleh orang lain dan akan dibawa ke Pekanbaru," terang Kapolres Bengkalis.

Sementara pembawa barang dari Batam berinisial G saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO) pihak Satreskrim Polres Bengkalis.

"Kita masih melakukan pengembangan mengejar pelaku baik pembawa barang tersebut maupun pemesan di Pekanbaru," pungkasnya.

Untuk pemesan juga masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian. Karena setelah beberapa kali barang ini masuk orang yang menjemput berbeda beda, tersangka tidak mengenali mereka yang menjemputnya dan pemesan barang di Pekanbaru.

Menurut Kapolres upaya penyeludupan handphone ilegal ini sudah dilakukan dua tersangka ini sebanyak sepuluh kali dalam sebulan terakhir.

Dengan upah penjemputan sebesar 1,4 juta rupiah sekali jemput barang, bahkan Satreskrim juga mengamankan upah penjemputan barang ilegal ini bersama tersangka Minggu kemarin.

"Ini sudah yang kesepuluh kalinya mereka memasukkan barang, dan yang terakhir kali ini berhasil kita gagalkan. Nilai barang yang berhasil digagalkan ini sebesar tiga miliar tiga ratus enam puluh dua juta empat ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah," ungkap Kapolres Bengkalis.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved