RS UKMSC Dilengkapi Teknologi Bedah Otak

Universitas Kebangsaan Malaysia Specialist Centre (UKMSC) promosikan rumah sakitnya melalui seminar kesehatan yang berlangsung di Prime Park Hotel Pek

RS UKMSC Dilengkapi Teknologi Bedah Otak
TRIBUN PEKANBARU
Prosesi penandatanganan MoU pihak Universitas Kebangsaan Malaysia Specialist Centre (UKMSC) dengan IKTS dalam acara seminar kesehatan yang dilaksanakan di Prime Park Hotel Pekanbaru, Senin (11/11). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Universitas Kebangsaan Malaysia Specialist Centre (UKMSC) promosikan rumah sakitnya melalui seminar kesehatan yang berlangsung di Prime Park Hotel Pekanbaru, Senin (11/11/2019) malam.

Salah satu keunggulan rumah sakit ini adalah memiliki satu alat canggih dalam bedah otak, yakni Gamma Knife Centre. Di Malaysia hanya ada 3 rumah sakit yang memiliki peralatan tersebut, salah satunya di UKMSC.

Medical Director UKMSC, Datuk Dr Ismail Sagap, DPSM mengatakan, proses pengobatan menggunakan Gamma Knife merupakan cara aman dibandingkan melakukan pembedahan di bagian kepala, misalnya untuk penyakit kanker otak dan lainnya, karena prosesnya adalah dengan penembakan sinar gamma ke bagian kanker.

"Prosesnya adalah melalui pancaran sinar gama ke otak secara tepat, tanpa menyebabkan kecacatan. Jika melakukan pembedahan kan beresiko syaraf yang normal bisa ikut rusak, karena bagian di kepala cukup banyak dan kecil. Dengan sinar ini lebih aman," kata Datuk Ismail Sagap.

Diakui, pengobatan menggunakan metode tersebut membutuhkan biaya yang lebih mahal, yakni sekitar 50 ribu ringgit. Namun demikian, harga tersebut masih bisa dinegosiasikan. Tapi tentunya kesehatan dengan peluang yang lebih besar harga tersebut tidak menjadi persoalan.

"Anggaran sekitar 50 ringgit tersebut adalah untuk pengobatan sampai tuntas, misalnya dalam satu penyakit dibutuhkan treatment berulang kali, itu sudah includ di dalamnya," katanya.

Dikatakannya juga, untuk sekali treatment, dibutuhkan waktu sekitar 30 sampai 40 menit. Pasien juga tidak perlu istirahat yang lama di rumah sakit seperti tindakan pembedahan. Setelah dilakukan treatment atau paling lama besoknya sudah bisa pulang.

Dia menambahkan, untuk pengoperasian dan penggunaan alat tersebut pihaknya akan memulai pada bulan November 2019 ini. (ale)

Penulis: Alex
Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved