Pekanbaru

BREAKING NEWS: Kak Seto Tiba di Pekanbaru Sore Ini, Rencana Kunjungi Siswa SMP Korban Bully

Saat dikonfirmasi langsung oleh Tribun lewat sambungan telfon, Kak Seto membenarkan perihal rencana tersebut.

BREAKING NEWS: Kak Seto Tiba di Pekanbaru Sore Ini, Rencana Kunjungi Siswa SMP Korban Bully
Kolase Youtube/Instagram/Akun FB Rani Chambas
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, rencananya akan mengunjungi siswa SMPN 38 Pekanbaru berinisial MFA (14), yang diduga jadi korban penganiayaan serta bullying atau perundungan. 

BREAKING NEWS: Kak Seto Tiba di Pekanbaru Sore Ini, Rencana Kunjungi Siswa SMP Korban Bully

PEKANBARU - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, rencananya akan mengunjungi siswa SMPN 38 Pekanbaru berinisial MFA (14), yang diduga jadi korban penganiayaan serta bullying.

Para pelakunya, tak lain adalah teman-teman sekelas korban.

Saat dikonfirmasi langsung oleh Tribun lewat sambungan telfon, Kak Seto membenarkan perihal rencana tersebut.

"Iya, Insya Allah kalau tidak ada halangan, saya tiba di Pekanbaru sekitar pukul 16.00 WIB," ungkapnya, Selasa (12/11/2019) siang.

Anak SMP Korban Bully Alami Trauma, Kapolresta Pekanbaru: Kita Akan Berikan Trauma Healing

Viral Siswa SMP di Pekanbaru Dibully di Dalam Kelas hingga Hidung Patah, Guru Ada di Dalam Kelas

Kasus Bullying di SMPN 38 Pekanbaru, Polresta Sudah Periksa 5 Orang

Sementara itu, disinggung soal kasus yang menimpa siswa tersebut, dia menuturkan, semua harus diselesaikan dengan cara yang baik.

"Bullying dan kekerasan, itu tidak bisa dibenarkan. Pelakunya harus dikenakan sanksi. Untuk sanksinya bagaimana, kita akan pelajari nanti," sebutnya.

Sementara itu, terkait pelakunya yang tak lain adalah teman sekelas korban dan masih anak dibawah umur, Kak Seto menyatakan ada beberapa faktor mereka melakukan bully dan kekerasan.

"Sebetulnya bullying ini kan karena ada faktor-faktor dominasi disalah satu pihak. Mungkin juga adanya pembiaran terhadap berbagai tindak kekerasan," ungkapnya.

"Lalu juga karena ada sesuatu yang dianggap oleh pelaku sebagai sebuah masalah. Misalnya dianggap tengil, atau selalu buat temannya kurang berkenan, atau mungkin dia lebih berprestasi sehingga membuat iri hati dan sebagainya," sambung dia.

Lebih jauh kata Kak Seto, masalah bullying, memang sangat kompleks.

Namun yang harus menjadi catatan adalah, setiap anak wajib dilindungi dari berbagai tindak kekerasan dari teman-temannya di sekolah.

"Itu adalah amanah Undang-Undang Perlindungan Anak. Jadi tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun juga melakukan kekerasan terhadap teman-temannya di sekolah," tegasnya.

Terakhir Kak Seto menghimbau, untuk orangtua dan guru hendaknya harus bersinergi untuk membentuk semacam Satgas anti bullying di sekolah.

"Jadi betul-betul harus ada gerakan yang tegas bahwa sebuah sekolah, bebas bullying. Tidak boleh ads bullying. Artinya jika masih terjadi secara terus menerus, bisa ada sanksi untuk Kepala Sekolahnya," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved