Pekanbaru

KASUS Siswa SMP di Pekanbaru Dibully dan Dianiaya, Ketua DPRD dan Wakil Walikota Minta Usut Tuntas

Kasus dugaan siswa SMP di Pekanbaru dibully dan dianiaya temannya di kelas saat jam pelajaran, Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani dan Wakil Walikota

KASUS Siswa SMP di Pekanbaru Dibully dan Dianiaya, Ketua DPRD dan Wakil Walikota Minta Usut Tuntas
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
KASUS Siswa SMP di Pekanbaru Dibully dan Dianiaya, Ketua DPRD dan Wakil Walikota Minta Usut Tuntas 

KASUS Siswa SMP di Pekanbaru Dibully dan Dianiaya, Ketua DPRD dan Wakil Walikota Minta Usut Tuntas

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus dugaan siswa SMP di Pekanbaru dibully dan dianiaya temannya di kelas saat jam pelajaran, Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani dan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi minta usut tuntas, sementara itu polisi sudah periksa 5 orang.

Kasus dugaan siswa SMP di Pekanbaru dibully dan dianiaya temannya ini mencuat setelah adanya postingan dari orangtua korban di akun media sosial Facebook.

Kemudian, kasus dugaan siswa SMP di Pekanbaru dibully dan dianiaya temannya ini viral di media sosial, dan dikomentari banyak netizen, karena orangtua korban memposting foto anaknya yang sedang terbaring di rumah sakit karena hidungnya patah dan harus menjalani operasi.

Setelah sempat viral di media sosial, kasus dugaan siswa SMP di Pekanbaru dibully dan dianiaya temannya ini kemudian dilaporkan orangtua korban ke polisi.

Akhirnya, kasus dugaan siswa SMP di Pekanbaru dibully dan dianiaya temannya ini sampai ke telinga Ketua DPRD Pekanbaru beserta anggota dan Wakil Walikota Pekanbaru.

KASUS Siswa SMP di Pekanbaru Dibully dan Dianiaya, Ketua DPRD dan Wakil Walikota Minta Usut Tuntas
KASUS Siswa SMP di Pekanbaru Dibully dan Dianiaya, Ketua DPRD dan Wakil Walikota Minta Usut Tuntas (Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri)

Kasus dugaan siswa SMP di Pekanbaru dibully dan dianiaya temannya ini mendapat perhatian dari legislator di DPRD Kota Pekanbaru.

Mereka mendesak Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru bisa mengusut tuntas terkait aksi perundungan ini.

Apalagi aksi tidak terpuji ini terjadi di dalam institusi pendidikan.

Ada dugaan kejadian perundungan terjadi saat waktu belajar.

Halaman
1234
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved