Berita Riau

Upaya Peduli Lingkungan dan Bumi,BRG dan Gapki Riau Tanam Pohon di PT KTU Koto Gasib Siak

Kegiatan tersebut sekaligus talkshow dan expo tentang edukasi tata kelola gambut, yang ditaja anak perusahaan Astra Agro Lestari itu.

Upaya Peduli Lingkungan dan Bumi,BRG dan Gapki Riau Tanam Pohon di PT KTU Koto Gasib Siak
istimewa
Kepala Sub Kelompok Kerja Edukasi Sosialisasi dan Pelatihan BRG Deasy Efnidawesty dan perwakilan Gapki Riau Santobri menanam pohon di kawasan PT KTU Siak, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Kepala Sub Kelompok Kerja Edukasi Sosialisasi dan Pelatihan Badan Restorasi Gambut (BRG) Deasy Efnidawesty dan perwakilan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau Santobri menanam pohon di kawasan PT Kimia Tirta Utama (KTU) Siak, Selasa (12/11/2019).

Kegiatan itu sekaligus talkshow dan expo tentang edukasi tata kelola gambut, yang ditaja anak perusahaan Astra Agro Lestari itu.

Ketua Panitia Slamet Riyadi mengatakan, peserta untuk kegiatan itu dihadiri oleh unit perusahaan PT Astra Agro Lestari area Andalas II beserta pelajar dari sekolah-sekolah di internal area Andalas II.

"Bagi pelajar juga ada lomba stand dan mading 3 dimensi di wilayah Astra Agro Lestari area andalas II," tuturnya.

Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mendukung program Siak Hijau.

"Intinya agar kita bisa mengelola kebun kita secara berkelanjutan. Bu Deasy dan Pak Santobri sengaja kita undang bersama pemateri lainnya untuk memberikan pengetahuan tentang gambut terutama kepada para pelajar," kata dia.

Tujuannya untuk membina karakter pelajar untuk lebih peduli dengan lingkungan dan bumi.
Selama ini, kata Zulkarnain, anak-anak muda banyak menerima informasi black campaign terhadap sawit. Zulkarnain menganggap informasi bernada black campigne itu merupakan dampak persaingan global untuk bisnis minyak nabati.

"Kita undang BRG, Gapki, Himpunan Gambut Indonesia (HGI) untuk hadir di sini memberikan keterangan yang lebih lengkap kepada kita tentang gambut," kata dia.

Deasy Efnidawaty mengaku senang bisa hadir mewakili BRG ke PT KTU Koto Gasib, Kabupaten Siak. Ia menerangkan defenisi gambut dan areal kerja BRG. "Bencana asap menjadi latar belakang berdirinya BRG," kata dia.

Wilayah kerjanya ada sekitar 2,5 juta hektare di 7 provinsi di Indonesia. Sedangkan gambut itu dari tumpukan daun, ranting, kayu yang terfermentasi secara alami sehingga membentuk seperti tanah.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved