Breaking News:

Alat Buatan Rusia Mampu Jangkau Sumber Air Hingga 10 Km

BPBD Riau menguji coba penggunakan alat pemadam kebakaran lahan buatan Rusia. Bahkan instrukturnya didatangkan langsung dari Rusia.

tribun pekanbaru
BPBD Riau melakukan uji coba alat pemadam kebakaran lahan buatan Rusia, dengan mendatangkan langsung instruktur dari negara pembuatnya. 

tribunpekanbaru.com - Sebanyak 22 personel gabungan dari berbagai instasi, melakukan uji coba peralatan pemadaman lahan yang dilaksanakan di Gudang BPBD Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Rabu (13/11).

Uji coba peralatan pemadam kebakaran bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini, juga melibatkan unsur BPBD Provinsi Riau dan BPBD kabupaten/kota di Riau, Manggala Agni, TNI dan Polri, serta dari KLHK serta Satpol PP.

"Uji coba ini dilakukan untuk menguji kekuatan pompa, sekaligus memperkenalkan fungsi-fungsi yang ada pada peralatan pemadam," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger.

Uji coba peralatan pemadam kebakaran lahan ini langsung diperkenalkan oleh instruktur dari Rusia yang berjumlah sebanyak 4 orang. Instruktur yang didatangkan dari Rusia ini pun dengan telaten memperkenalkan satu per satu fungsi masing-masing alat tersebut. Termasuk kegunaan dan cara mengoperasikan peralatan tersebut hingga melakukan perawatan.

Sebelum uji coba peralatan pemadaman canggih buatan Rusia senilai Rp24 miliar tersebut, terlebih dulu BPBD Riau sudah memberikan pelatihan kepada personel yang akan mengoperasikan peralatan tersebut di lapangan.

Edwar Sanger mengatakan, pelatihan penggunaan alat pemadaman karhutla bagi personel tersebut sudah dilakukan selama tiga hari, dan praktik langsung dilakukan gudang BPBD Riau.

"Peralatan ini termasuk canggih, maka itu untuk penggunaanya kita latih dulu personelnya, dan langsung dilatih oleh pihak dari Rusia," ujarnya.

Belum lama ini, BPBD Riau memang mendapatkan bantuan 10 unit pompa pemadam kebakaran dari BNPB. Menurut keterangan Edwar Sanger, mesin pompa yang didatangkan dari Rusia ini tidak hanya berfungsi untuk memadamkan kebakaran lahan saja, tetapi juga bisa difungsikan untuk menyedot air di saat terjadi banjir.

"Jangkauan pompa ini mencapai jarak 10 kilometer," katanya.

Sementara itu, salah seorang instruktur dari Rusia, Alexander, menyampaikan soal kebakaran hutan dan lahan gambut di Riau. Meski berbagai alat pemadam sudah diturunkan ke lokasi dan jumlah personel yang mencapai ribuan sudah dikerahkan, namun api tetap sulit dipadamkan.

Salah satu kendalanya adalah sulitnya sumber air. Sebab sumber air sangat jauh dari lokasi kebakaran lahan, sehingga sulit dijangku dengan peralatan yang ada. Namun dengan menggunakan pompa dari Rusia ini, bisa menjangkau sumber air hingga jarak 10 kilometer, dan bisa juga memadamkan api dari jarak 1 km.

"Sekaligus mampu memadamkan kebakaran lahan gambut sampai dengan kedalaman empat meter," ungkapnya.

Tidak hanya itu, alat ini juga bisa digunakan oleh BPBD Riau dan kabupaten/kota di Riau untuk mengatasi banjir. Seperti banjir yang kerap menggengani sejumlah ruas jalan dan bangunan di Kota Pekanbaru saat musim hujan. Dengan menggunakan alat ini, air bisa disedot dan dibuang ke lokasi yang jauh dari pemukiman atau keramaian.

"Jadi tidak hanya berfungsi untuk memadamkan kebakaran lahan gambut, tapi bisa juga membuang air dari daerah yang terkena banjir, sekaligus bisa difungsikan untuk menyirami tanaman seperti kebun yang luas dan padi di sawah pada saat musim kemarau," tutur Alexander. (smg)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved