Sempat Kabur Sebulan, Tersangka Penusukan di Tembilahan Ditangkap di Jambi

Seorang pria terduga pelaku penusukan sempatg kabur selama sebulan setelah melakukan aksinya. Namun dia akhirnya ditangkap di wilayah Jambi.

Sempat Kabur Sebulan, Tersangka Penusukan di Tembilahan Ditangkap di Jambi
istimewa
Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu bersama Opsnal Polres Tanjung Jabung Timur, mengamankan tersangka AAN tanpa perlawanan. 

tribunpekanbaru.com - Polsek Tembilahan Hulu berhasil menangkap AAN (20), yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak sebuan lalu. Pria ini ditangkap di Kelurahan Sungai Beras, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Senin (11/11) sekira pukul 23.30 WIB.

AAN jadi buronan polisi karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan. Dalam penangkapannya, Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu dibantu oleh Opsnal Polres Tanjung Jabung Timur. AAN pun ditangkap tanpa perlawanan.

Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman melalui Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP Rhyno Handoyo menuturkan, Polsek Tembilahan Hulu berkoordinasi dengan Polres setempat dan mengirimkan DPO tersangka tersebut, setelah pelaku teridentifikasi berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

“Setelah interogasi, dia mengakui perbuatan telah menikam Guntur (korban) menggunakan pisau. Barang bukti sebilah pisau bergagang cokelat tua dengan panjang lebih kurang 15 cm juga diamankan," ujar AKP Rhyno kepada Tribun melalui pesan elektronik, Rabu (13/11) siang.

Sebelumnya, dijelaskan AKP Rhyno, penangkapan AAN berdasarkan laporan tanggal 9 Oktober 2019, dan Daftar Pencarian Orang tanggal 6 November 2019.

Rhyno menerangkan, pada Rabu (9/10) lalu pelapor bersama suami pelapor yang bernama Guntur Ardianto alias Guntur, berjalan kaki dari Pasar Jongkok (PJ) pulang ke rumah pelapor bertempat di Jalan Gerilya Parit 8 Gang Bunga Pandan, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu.

Sesampainya di Jalan H Arief tepatnya di depan Pasar Parit 11, pelapor melihat ada dua orang yang tidak pelapor kenal sedang minum minuman keras. Tiba–tiba dua orang tersebut menghampiri pelapor dan korban Guntur (suami pelapor), dan meminta uang Rp10 ribu dengan alasan untuk membeli tuak.

Korban menjawab, "tidak ada uang, belum gajian, kami aja pulang bejalan kaki.” Namun orang yang tidak dikenal itu marah dan berkata “jangan kayak gitu lah.”

Setelah itu, pelapor bersama korban berjalan lagi untuk pulang, namun dua orang yang tidak dikenal itu mengikuti dari belakang dan memaksa meminta uang.

Selanjutnya seorang laki-laki yang tidak dikenal mengeluarkan pisau dari pinggang dan menusuk perut korban sehingga terluka. Setelah itu, korban langsung menuju RSUD Puri Husada Tembilahan untuk berobat.

“Akibat kejadian tersebut, korban luka robek di bagian perut kanan dan sempat dirawat sekitar seminggu. Keluarga korban lalu melapor ke Polsek Tembilahan Hulu,” tambahnya. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved