Siak

Warga di Siak Riau Mengaku Dimintai Rp 2,2 Juta untuk Pemasangan Kwh Meter Kapasitas 900 VA

Warga mengeluh setelah biaya pemasangan dimintai vendor PLN sebesar Rp 2,2 juta itu.

Warga di Siak Riau Mengaku Dimintai Rp 2,2 Juta untuk Pemasangan Kwh Meter Kapasitas 900 VA
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ilustrasi 

Warga di Siak Riau Mengaku Dimintai Rp 2,2 Juta untuk Pemasangan Kwh Meter Kapasitas 900 VA

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Warga Dusun Tanjung Layang, Kampung Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak merasa diperas oleh oknum vendor PLN pemasang Kwh meter.

Sebab, mereka ditagih Rp 2,2 juta untuk 1 pemasangan Kwh meter berkapasitas 900 VA.

Padahal, ada 200 rumah yang sedang pemasangan Kwh meter di sana. Sebagian rumah sudah selesai karena vendor PLN tersebut sudah bekerja sejak pekan lalu.

"Kampung kami ini belum ada listrik PLN. Jadi kami ingin listrik masuk. Tapi biaya pemasangan meteran sangat mahal dipatok ke kami. Jujur saja bagi saya berat," kata Ismail, seorang warga setempat kepada Tribunsiak.com, Rabu (13/11/2019).

Ismail merupakan seorang buruh tani di kampung itu.

Ia ikut terdaftar dalam list peserta yang akan masuk listrik PLN, namun tidak sangup membayar pemasangan Kwh meter yang diminta oknum biro PLN tersebut sebesar Rp 2,2 juta.

Penghulu Kampung Tanjung Kuras Haris Syah mengakui listrik PLN masuk ke kampungnya. Namun, warga mengeluh setelah biaya pemasangan dimintai vendor PLN sebesar Rp 2,2 juta itu.

"Itu pekerjaan pihak ketiga PLN yang sudah dipasang sekitar 90 rumah. Tapi masyarakat menjerit karena mahal dan pembayaran itu ke PLN sendiri," kata dia.

Manajer PLN ULP Siak Heru Triwibowo mengaku sedang mencari informasi nengenai anggaran tersebut. Menurut dia, jumlah yang terbayar ke PLN dengan daya 900 VA hanya Rp 900 ribu lebih, daya 1.300VA Rp 1,3 juta lebih.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved