Berita Riau

NEWS VIDEO: BPBD Riau Uji Coba Alat Pemadam Kebakaran Lahan Buatan Rusia Seharga Rp 24 Miliar

Sebelum uji coba peralatan canggih buatan Rusia senilai Rp.24 miliar tersebut, terlebih BPBD Riau sudah memberikan pelatihan kepada personel yang akan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 22 personil gabungan dari berbagai instasi melakukan uji coba peralatan pemadaman lahan di Gudang BPBD Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru, Kamis (13/11/2019).

Uji coba peralatan pemadam kebakaran bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini melibatkan unsur BPBD Provinsi Riau dan Kabupaten Kota di Riau, Manggala Agni, TNI dan Polri serta dari KLHK dan Satpol PP.

"Uji coba ini dilakukan untuk menguji kekuatan pompa dan memperkenalkan fungsi-fungsi yang ada di peralatan pemadam," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger.

Uji coba peralatan pemadam kebakaran lahan ini langsung diperkenalkan oleh instruktur dari Rusia yang berjumlah sebanyak 4 orang. Instruktur yang didatangkan dari Rusia ini pun dengan telaten memperkenalkan satu per satu fungsi masing-masing alat tersebut. Termasuk kegunaan dan cara mengoperasikanya hingga ke perawatan.

Sebelum uji coba peralatan canggih buatan Rusia senilai Rp.24 miliar tersebut, terlebih BPBD Riau sudah memberikan pelatihan kepada personel yang akan mengoperasikan peralatan di lapangan.

Dia mengatakan, pelatihan alat pemadaman Karhutla bagi personel sudah dilakukan selama 3 hari, dan praktik langsung di gudang BPBD Riau.

"Peralatan ini termasuk canggih, maka itu untuk penggunaanya kita latih dulu personel yang langsung dilatih oleh pihak dari Rusia," ujarnya.

Belum lama ini, BPBD Riau mendapatkan bantuan 10 unit Pompa Pemadam Kebakaran. Bahkan menurut keterangan Edwar, mesin pompa yang didatangkan dari Rusia ini tidak hanya berfungsi untuk memadamkan kebakaran laha saja,tetapi juga bisa difungsikan untuk menyedot air disaat terjadi banjir.

"Jangkauan pompa ini mencapai jarak 10 kilo meter," katanya.

Sementara salah seorang instruktur dari Rusia, Alexander menyampaikan soal kebakaran hutan gambut di Riau. Meski berbagai alat pemadam sudah diturunkan ke lokasi dengan jumlah personil yang mencapai ribuan sudah dikerahkan, namun api sulit dipadamkan. Salah satu kendalanya adalah sulitnya sumber air. Sebab sumber air sangat jauh dari lokasi kebakaran lahan. Sehingga sulit dijangku dengan peralatan yang ada.

"Dengan menggunakan pompa dari Rusia ini kita bisa menjangkau sumber air hingga jarak 10 kilo meter dan bisa juga memadamkan api dari jarak 1 km. Sekaligus mampu memadamkan kebakaran lahan gambut sampai dengan kedalaman empat meter," ungkapnya.

Tidak hanya itu, alat ini juga digunakan oleh BPBD Riau dan Kabupaten Kota di Riau untuk mengatasi banjir. Seperti banjir yang kerap menggengani sejumlah ruas jalan dan bangunan di Kota Pekanbaru saat musim hujan. Dengan menggunakan alat ini, air bisa disedot dan dibuang ke lokasi yang jauh dari perkuminan atau keramaian.

"Jadi tidak hanya berfungsi untuk memadamkan kebakaran lahan gambut, tetapi bisa juga membuang air dari daerah yang terkena banjir, sekaligus bisa difungsikan untuk menyirami tanaman seperti kebun yang luas dan padi di sawah pada saat musim kemarau," kata Alexander. (Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved