Bono Surfing 2019

Surfer Mancanegara Jajal Ombak Bono di Riau, Tinggi Ombak Bono Capai 5 Meter, Terbaik Tiga Dunia

Tujuh Surfer mancanegara mulai menjajal Ombak Bono di Riau, tinggi Ombak Bono di Riau bisa mencapai 5 meter, dan Ombak Bono di Riau ini masuk dalam

Surfer Mancanegara Jajal Ombak Bono di Riau, Tinggi Ombak Bono Capai 5 Meter, Terbaik Tiga Dunia
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
Surfer Mancanegara Jajal Ombak Bono di Riau, Tinggi Ombak Bono Capai 5 Meter, Terbaik Tiga Dunia 

Surfer Mancanegara Jajal Ombak Bono di Riau, Tinggi Ombak Bono Capai 5 Meter, Terbaik Tiga Dunia

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tujuh Surfer mancanegara mulai menjajal Ombak Bono di Riau, tinggi Ombak Bono di Riau bisa mencapai 5 meter, dan Ombak Bono di Riau ini masuk dalam terbaik tiga dunia.

Tujuh orang surfer mancanegara sudah tiba di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau sejak Senin (11/11/2019) untuk mengikuti Bono Surfing 2019 2019 di Sungai Kampar.

Tujuh surfer mancanegara itu di antaranya lima laki-laki dan dua perempuan, berasal dari Perancis, Afrika Selatan, Inggris, Amerika, dan Selandia Baru.

Setelah mengikuti acara pembukaan pada malam harinya di lapangan Ruang Publik Kreatif (RPK) Pangkalan Kerinci, para surfer mancanegara itu langsung berangkat ke Teluk Meranti untuk melihat dan mencoba keganasan Ombak Bono Sungai Kampar yang sudah mendunia itu.

"Selasa kemarin surfer mancanegara itu sudah melakukan survey dan mencoba untuk berselancar, karena Ombak Bono sudah mulai timbul," kata Erinaldo kepada tribunpelalawan.com, Rabu (12/11/2019).

Surfer Mancanegara Jajal Ombak Bono di Riau, Tinggi Ombak Bono Capai 5 Meter, Terbaik Tiga Dunia. Peselancar Asal Perancis Antony Nicholas dan Fredric Jajal Ombak Bono pada Bono Surfing 2019 di Riau
Surfer Mancanegara Jajal Ombak Bono di Riau, Tinggi Ombak Bono Capai 5 Meter, Terbaik Tiga Dunia. Peselancar Asal Perancis Antony Nicholas dan Fredric Jajal Ombak Bono pada Bono Surfing 2019 di Riau (Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung)

Erinaldo merupakan pegawai Dinas Pariwisata Kebudayan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) yang bertugas mendampingi ketujuh surfer mancanegara itu sekaligus sebagai penerjemah.

Dua dari tujuh surfer mancanegara itu, Antony Nichola dan Fredric, sudah akrab dengan Ombak Bono yang dikenal juga dengan ombak tujuh hantu atau the seven ghost itu.

Sedangkan lima lainnya masih baru akan mengenal gelombang yang dijuluki The Seven Ghost.

Ketujuh surfer mancanegara tersebut sangat tertarik bermain papan selancar di arus sungai, setelah bosan menjajal ombak lautan.

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved