Pekanbaru

Pasca Insiden Perundungan Siswa SMP di Pekanbaru, Pihak Sekolah Belum Buka Diri untuk LPA Riau

Aksi dugaan bullying atau perundungan di sekolah Kota Pekanbaru menjadi perhatian.

Pasca Insiden Perundungan Siswa SMP di Pekanbaru, Pihak Sekolah Belum Buka Diri untuk LPA Riau
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Kak Seto saat berbincang langsung dengan MFA, siswa SMPN 38 Pekanbaru yang jadi korban bully dan penganiayaan teman sekelas, Selasa (12/11/2019). 

Pasca Insiden Perundungan Siswa SMP di Pekanbaru, Pihak Sekolah Belum Buka Diri untuk LPA Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi dugaan bullying atau perundungan di sekolah Kota Pekanbaru menjadi perhatian.

Setelah satu siswa di SMPN 38 Pekanbaru diduga menjadi korban perundungan. 

Ulah sejumlah oknum siswa diduga menjadi pelaku perundungan. Mereka diduga melakukan aksi perundungan hingga korban mengalami luka berat di bagian wajah.

Korban pun harus jalani perawatan di rumah sakit. Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, Esther Yuliani Manurung mengaku masih menyelidiki dugaan perundungan ini.

"Masih kita selidiki dan kami akan bertemu dengan pihak kepolisian, guna menbahas permasalahan ini," jelasnya kepada Tribun, Jum'at (15/11/2019).

Siswa SMP di Pekanbaru Jadi Korban Bully, Kak Seto: Kami Sesalkan Pembiaran Pihak Sekolah

Siswa SMP Jadi Korban Bully di Pekanbaru Alami Patah Hidung, Ini Curhat Korban Pada Keluarga

Menurutnya, pihaknya berkordinasi dengan Polresta Pekanbaru karena pihaknya bakal mendatangi sekolah. Apalagi saat ini Kepala SMPN 38 Pekanbaru belum bersedia menerima kedatangan tim LPA.

Kepala SMPN 38 Pekanbaru, Rima Pepitta mengaku tidak bisa berkomentar. Mereka menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini ke pihak kepolisian.

Rima pun menolak berkomentar terkait dugaan perundungan yang dialami siswasnya.

"Kita serahkan ke kepolisian, saya tidak bisa berkomentar," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal juga sudah menyerahka  sepenuhnya proses hukum terhadap pelaku dugaan perundungan ini kepada kepolisian. Ia berharap ada solusi terbaik untuk permasalahan ini.

"Kita tentu berharap permasalahan ini bisa berujung damai bagi kedua pihak. Kan masih di bawah umur," ulasnya.

Pihaknya juga memberi peringatan kepada pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia mengajak seluruh pihak sekolah peduli dengan kondisi siswanya.

Jamal pun berulangkali menegaskan agar aksi perundungan tidak terjadi lagi di sekolah. "Jangan sampai terulang lagi," tegasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved