Berita Riau

Salah Input Gaji Guru Terjadi pada Nama Serupa, Pimpinan Cabang BRK Pangkalan Kerinci Buka Suara

Pimpinan Cabang BRK Pangkalan Kerinci,Tengku Muhammad Fadhly Kholis menuturkan, terjadinya kesalahan pengiriman gaji guru baru terjadi kali ini.

Salah Input Gaji Guru Terjadi pada Nama Serupa, Pimpinan Cabang BRK Pangkalan Kerinci Buka Suara
TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Pangkalan Kerinci Tengku Muhammad Fadhly Kholis memberi keterangan kepada wartawan, Jumat (15/11/2019) di ruang kerjanya 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Pengaduan para guru di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau yang bermasalah dengan gajinya, lantaran adanya miskomunikasi antara Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pangkalan Kerinci dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan.

Pimpinan Cabang (Pincab) BRK Pangkalan Kerinci, Tengku Muhammad Fadhly Kholis menuturkan, terjadinya kesalahan pengiriman gaji guru-guru seperti yang dilaporkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pelalawan baru terjadi sekali ini.

Komunikasi dan koordinasi bendaharawan juru bayar Disdik dengan pegawai BRK dalam penginputan gaji terjadi kesalahan hingga berujung adanya guru yang mendapatkan gaji berlebih dan ada yang kurang dari seharusnya.

"Kebanyakan terjadi pada pegawai yang namanya serupa. Misalnya nama Amin ada beberapa orang, itu yang salah masuk," beber Fadhly Kholis, Jumat (15/11/2019).

Fadhly menerangkan, awalnya proses pemotongan gaji pegawai dan guru dilakukan oleh bendaharawan sebagai juru bayar.

Satu kecamatan ditunjuk satu orang, Sehingga pihak BRK tinggal memposting dan mengirimkan gaji bersih saja. Sebagai kompensasi, pihak BRK memberikan honor terhadap jasa para juru bayar ini.

Berdasarkan pertemuan BRK dengan KPK ternyata pemberian konpensasi kepada juru bayar itu dianggap menyalahi aturan dan mengarah ke gratifikasi.

Alhasil diminta untuk dihentikan dan tak ada lagi honor bendaharawan yang membantu. Kebijakan itu diperkuat dengan surat dari Gubernur Riau.

"Jadi saat pembayaran gaji bulan ini, kami berpikir masih dibantu pihak bendaharawan. Ternyata tidak dan data yang kami terima merupakan gaji kotor saja. Terpaksa kita yang melakukan pemotongan gaji," terang Fadhly.

Pegawai BRK Pangkalan Kerinci melakukan pemotongan secara manual bagi 2.342 pegawai yang ada di Disdik hingga tiga hari tiga malam.

Lantaran waktu mendesak harus membayarkan gaji terjadilah beberapa rekening dan nama yang salah input.

Ia menampik guru yang gajinya bermasalah hingga 800 lebih seperti yang disampaikan PGRI.

Berdasarkan pendataan BRK polemik salah input hanya terjadi 58 guru saja. Sebagian besar yang salah pengiriman sudah diselesaikan.

"Tinggal 10 lagi yang sedang kita selesaikan. Itupun karena yang bersangkutan sudah sempat melakukan penarikan saldonya. Insya Allah semuanya akan selesai,"ujar Fadhly. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved