Berita Riau

Alat Berat Tak Mampu Sentuh Truk di Kedalaman 12 Meter,Evakuasi Truk Pengangkut Cangkang Sawit Gagal

Truk itu diperkirakan terbenam sejauh 12 kilometer m ke tanah gambut. Truk itu dalam keadaan ditinggalkan sopirnya karena awalnya tidak bisa melaju.

Alat Berat Tak Mampu Sentuh Truk di Kedalaman 12 Meter,Evakuasi Truk Pengangkut Cangkang Sawit Gagal
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Jalan Lintas Siak-Buton Riau Tiba-tiba Ambruk Sepanjang 200 Meter, Truk Tronton Tertimbun 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Evakuasi truk tronton yang terpuruk di jalan amblas menuju Tanjung Buton, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Provinsi Riau ternyata belum berhasil.

Truk itu diperkirakan terbenam sejauh 12 kilometer m ke tanah gambut. Truk itu dalam keadaan ditinggalkan sopirnya karena awalnya tidak bisa melaju.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Siak Irving Kahar Arifin mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengangkat truk itu tetapi belum bisa.

"Kami sudah menurunkan alat berat escavator lengan 7 meter lebih, tetapi bisa menyentuh truk tronton tersebut. Karena diperkirakan truk itu berada pada kedalaman 12 meter," kata dia, Minggu (17/11/2019).

Ia mengatakan, truk itu bermuatan cangkang 50 ton yang berada pada saat jalan amblas tersebut. Pihaknya bersama Balai Jalan Nasional Wilayah II Medan Kemen PUPR tetap bekerjasama melihat kondisi jalan.

Kondisi terkiri truk itu sudah tertimbun air dan lumpur. Ia tidak bisa mengevakuasi truk itu dengan peralatan yang dimiliki PU Tarukim Siak.

Gerak alat berat juga sangat terbatas karena ada pipa saluran minyak BOB PT BSP-Pertamina Hulu yang berjarak 5 meter dari titik jalan yang amblas.

Hingga saat ini, arus lalu lintas masih menggunakan jalur alternatif, yang berjarak 10 meter dari titik jalan amblas itu.

Jalan alternatif yang dibangun Kementrian PUPR itu sepanjang 100 meter.

Jalan alternatif tersebut hanya dapat dilalui oleh kendaraan angkutan penumpang umum serta roda 4 atau mobil pribadi. Sementara untuk mobil angkutan cangkang hanya diizinkan dengan beban paling tinggi 25 ton, jika pemadatan tanah yang dilakukan PT MUK selesai.

"Untuk pemadatan jalan dilakukan setelah PT Arara Abadi membuka sekat kanal yang menyebabkan air tergenang di sana. Rencananya Senin besok dibuka sekat kanal tersebut," jelas Irving.

Irving menambahkan, jalan tersebut tidak mampu menahan beban lebih dari yang ditentukan. Sebab kontur tanah pada jalan itu merupakan tanah gambut yang pada awalnya merupakan aliran sungai.

"Perbaikannya secara permanen hanya dapat dilakukan pada 2020 mendatang," kata dia.
Jalan nasional lintas Siak-Buton itu amblas pada 6 November 2019 sekira pukul 20.30 WIB.

Truk pengangkut cangkang seberat 50 ton melintas di sana. Saat tiba di titik amblasnya jalan itu mobil tidak bisa bergerak. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved