Pencabulan Masih Mendominasi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Pekanbaru

Sampai Oktober 2019 tercatat sudah ada 113 kasus terhadap perempuan dan anak. Dari jumlah itu, kasus pencabulan mendominasi.

Pencabulan Masih Mendominasi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Pekanbaru
tribun pekanbaru
Seorang anak menjajakan tisu di pertigaan Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Sudirman beberapa waktu lalu. Anak-anak di jalanan berpotensi jadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. 

"Sedangkan untuk pemulihan trauma dilakukan oleh psikolog dan rehabsos. Upaya pemulihan ini juga bekerjasama dengan Dinas Sosial," tambahnya.

Keberadaan anak di jalanan juga menjadi perhatian khusus. Kondisi ini harus mendapat penanganan yang menyeluruh dari semua pihak terkait, agar anak-anak di jalanan bisa berkurang.

Sebelumnya, Kepala DP3A Kota Pekanbaru, Mahyuddin, mengakui masih ada permasalahan anak di jalanan yang masih belum terselesaikan. Pihaknya pun mendorong agar ada kerjasama dari berbagai instansi dalam menangani permasalahan anak ini.

Ia juga mengimbau para orangtua punya kesadaran tinggi untuk menjaga anak-anaknya. Mereka tidak boleh membiarkan anaknya berada di jalan tanpa pengawasan.

Pihaknya cuma bisa senantiasa berupaya untuk mencegah agar anak-anak tersebut tidak menjadi korban ekploitasi di jalanan.

"Kesadaran dari para orangtua adalah kunci utama untuk menghilangkan anak-anak di jalan," paparnya.

Mahyuddin mengaku, pihaknya tidak bisa sendiri untuk melakukan hal tersebut. Ia menyebut, perlu peran semua pihak sesuai Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ia menilai, masalah ini bukan hanya ditangani oleh satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menyebutkan, pihaknya bisa melakukan asesmen usai penertiban anak-anak di jalanan. Setelah asesmen pihaknya bisa saja berperan aktif. Namun dengan catatan, sesuai asesmen pihaknya harus menindaklanjuti hal itu.

Selain itu, DP3A juga sudah membentuk 17 Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). PATBM ini terbentuk di belasan kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru. Sedangkan untuk tahun 2019 ini, kembali bakal dibentuk PATBM di 26 kelurahan.

PATBM ini akan berupaya membangun kesadaran masyarakat agar ada perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku yang lebih memberikan perlindungan kepada anak. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved