Demo Buruh di Dumai

Demo Buruh dari KSBSI, Sekretaris Disnakertrans Dumai Sebut Penetapan UMK Sudah Mengacu PP

Menanggapi aksi massa FSB Kampiparho KSBSI Dumai, Senin, Sekretaris Disnakertras MT Parulian, memberikan keterangan.

Demo Buruh dari KSBSI, Sekretaris Disnakertrans Dumai Sebut Penetapan UMK Sudah Mengacu PP
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Massa Federasi Serikat Buruh (FSB), makanan, minuman, pasiwitasata hotel dan tembakau (Kampiparho), kota Dumai, di bawah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), menggelar aksi demo, Senin (18/11/2019). 

Demo Buruh dari KSBSI, Sekretaris Disnakertrans Dumai Sebut Penetapan UMK Sudah Mengacu PP

TRIBUNPEKANBARU.COM - Menanggapi aksi massa FSB Kampiparho KSBSI Dumai, Senin (18/11/2019), Sekretaris Disnakertras MT Parulian, memberikan keterangan.

MT Parulian mengaku, dalam penetapan UMK Dumai, pihaknya sudah mengacu dengan PP 78 tahun 2015, dan berdasarkan dinamika hasil rapat maka disetujuilah kenaikan UMK sebesar 5,47 persen.

Aksi demo terjadi di Kantor Dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi (Disnakertran) Kota Dumai.

Mereka menolak hasil rapat terkait usulan penetapan kenaikan upah (UMK) Kota Dumai oleh Dewan Pengupahan Kota (DPK) Dumai.

Parulian yang juga anggota DPK Dumai menambahkan, UMK Dumai sudah di tandatangani Walikota Dumai dan saat ini tengah diajukan ke Provinsi guna meminta persetujuan Gubernur Riau.

Menurut Parulian, penetapan UMK Dumai 2020 sudah mengacu pada PP 78/2015 tentang Pengupahan. Hanya saja jumlah kenaikannya tidak berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Tenaga Kerja.

"Dalam Kepmen Naker besar kenaikan UMK sebesar 8,51 persen sementara UMK Dumai hanya naik sebesar 5,47 persen. Sementara KSBSI menuntut kenaikan sebesar 8,51 persen sesuai Kepmen," tambahnya.

Diakuinya, tentunya dalam menaikkan UMK pihaknya, (DPK) sudah memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai aspek seperti pertumbuhan ekonomi, nilai inflasi, harga kebutuhan pokok dan, upah minimum provinsi (UMP) dan aspek lainnya sesuai dengan PP 78 tahun 2015.

Di samping itu, tambahnya, penetapan UMK disetujui bersama oleh DPK, didalamnya ada 17 anggota terdiri dari unsur pengusaha, serikat buruh, unsur pemerintah dan perguruan tinggi.

"Memang saat rapat penetapan UMK Dumai 2020 perwakilan KSBSI Dumai walkout, mereka (KSBSI) tidak menandatangani berita acara penetapan UMK Dumai 2020," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved