Berita Riau

DPRD Minta Pemkab Pelalawan Riau Tegas ke Pengelola Pasar Modern Sorek

Enam tahun lebih pasar modern yang didirikan melalui proyek multiyears itu nasibnya masih menggantung.

DPRD Minta Pemkab Pelalawan Riau Tegas ke Pengelola Pasar Modern Sorek
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Gedung Pasar Modern Sorek 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Komisi II DPRD Kabupaten Pelalawan kembali mengingatkan Pemkab Pelalawan terkait nasib Pasar Moder Sorek yang sampai tahun 2019 ini belum dioperasikan.

Ketua Komisi ll DPRD Pelalawan, Abdul Nasib SE menyebutkan, pemkab dan Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskoperindag dan UMKM) harus tegas terhadap perusahaan pengelola pasar. Pasalnya, hingga kini gedung dua lantai yang dibangun melalui APBD itu tak kunjung dioperasikan.

"Kita minta pemda dan instansi terkait, tegaslah dengan pihak ketiga itu. Kalau seperti ini terus tak ada manfaatnya bagi masyarakat," terang Abdul Nasib, Selasa (19/11/2019).

Ia menyatakan, enam tahun lebih pasar modern yang didirikan melalui proyek multiyears itu nasibnya masih menggantung. Para pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Sorek lama yang terbakar tujuh tahun lalu belum bisa berjualan dan menempati kios yang tersedia.

Akar persoalan sebenarnya kesanggupan pihak perusahaan pengelola dalam menjalankan operasional pasar tersebut.

Politisi Gerindra ini menyarankan Bagian Hukum Setdakab dan Diskoperindag kembali mengkaji kontrak kerjasama yang telah disepakati dari awal antara perusahan pengelola dengan pemda.

Jika memungkinkan untuk diputus kontrak, pemkab harus mengambil langkah itu.

"Kalau ada peluang untuk kontraknya diputus, segeralah diputuskan. Cari perusahaan lain yang sanggup menjalankan operasional Pasar Sorek," ujarnya.

Kepala Diskoperindag dan UMKM Pelalawan, Fahrizal M.Si menyatakan, saat ini proses komunikasi dengan pihak ketiga untuk mencari solusi terkait persoalan Pasar Sorek.

Ia mengakui para pedagang belum masuk ke dalam kios dan hanya beberapa Los di lantai bawah yang dijadikan cafe.

"Informasinya kontrak sewanya cukup mahal bagi pedagang. Itu yang sedang dibicarakan. Perusahaan rutin membayar kewajibannya ke pemda," ujar Fahrizal. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved