Berita Riau

Gadis 17 Tahun Lima Kali Disetubuhi hingga Hamil,Pelaku Ogah Bertangggungjawab,Keluarga Lapor Polisi

NA mengaku hamil setelah disetubuhi oleh EF (22) sebanyak lima kali oleh pemuda berusia 22 tahun berinisial EF.

Gadis 17 Tahun Lima Kali Disetubuhi hingga Hamil,Pelaku Ogah Bertangggungjawab,Keluarga Lapor Polisi
Polsek Rambah Hilir
EF, (22) pelaku pencabulan dan barang bukti pendukung yang diamankan petugas kepolisian. 


TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Tur (50) warga Kecamatan Rambah Hilir Rokan Hulu, Riau bak terkena samparan petir saat mengetahui anak gadisnya NA (17) hamil di luar nikah.

NA mengaku hamil setelah disetubuhi oleh EF (22) sebanyak lima kali.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Dasmin Ginting melalui Paur Humas Ipda Feri Fadli mengatakan, setelah mendengar pengakuan anaknya tersebut, Tur menjumpai keluarga EF untuk meminta pertanggungjawaban secara kekeluargaan.

"Informasi dari pihak korban, ajakan untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik itu gagal karena tidak direspon oleh pihak keluarga terlapor," kata Paur pada Selasa (19/11/2019).

Karena penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil, orangtua NA akhirnya melaporkan peristiwa yang menimpa putrinya ke polisi.

"Setelah pertemuan itu, kemudian orangtua korban memilih untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian melalui Polsek Rambah Hilir," paparnya.

Melalui keterangan korban diketahui, EF menggauli NA pertama kali di sebuah lapangan sepakbola di Kecamatan Rambah Hilir pada Februari lalu.

Hal tersebut kemudian berulang terus hingga akhirnya korban diketahui tengah hamil dan mengandung anak pelaku.

Mendapat laporan dari orangtua korban, pihak kepolisian tak membuang waktu lagi untuk langsung meringkus EF.

"Setelah dilacak, EF diketahui berada di rumahnya dan langsung diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Rambah Hilir," jelasnya.

Dari keterangan pelaku, dia mengakui jika telah menyetubuhi NA sebanyak lima kali hingga hamil.

Saat ini, EF telah diamankan di balik jeruji besi Mapolsek Rambah Hilir guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut secara aturan hukum yang berlaku.

Petugas kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti pendukung diantaranya satu helai celana jeans warna biru, satu helai jilbab warna dongker, satu helai kemeja warna hitam dan satu unit sepeda motor merk Honda bernopol BM 5119 KP.

EF disangkakan telah melanggar UU Perlindungan Perempuan dan Anak Nomor 35 Tahun 2012 dengan ancaman pidana kurungan penjara 15 tahun. (Tribunpekanbaru.com/syahrul ramadhan)

Penulis: Syahrul
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved