Breaking News:

Ajaran Islam

Ibadah Umroh, Waktu Terbaik Melaksanakan Ibadah Umroh, Tata Cara hingga Perlengkapan Umroh (Video)

Ibadah Umroh, Waktu Terbaik Melaksanakan Ibadah Umroh, Tata Cara hingga Perlengkapan Umrah ada dalam artikel kali ini lengkap dengan video penjelasan.

8. Akhir Tahun

Waktu terbaik umrah yang bisa dipilih lainnya adalah saat akhir tahun.

Akhir tahun juga sering dimanfaatkan untuk liburan ke luar negeri sambil beribadah umrah.

Tak heran jika banyak orang yang ingin merasakan pergantian tahun dengan beribadah umrah sambil mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bagaimana tata cara umrah dan bacaannya yang benar?

Dilansir dari akun Youtube Yufid TV, berikut ini tata cara umroh dan bacaannya yang benar.

Tata Cara Umroh dan Bacaan Umroh yang Benar Sesuai Sunnah:

1) Mandi junub, pakai parfum, dan pakaian ihram.

2) Pakaian ihram laki-laki (2 lembar kain ihram). Wanita (pakaian syar’i, tidak dibenarkan pakai cadar, dan tidak boleh pakai sarung tangan).

3) Berihram dari miqat, ucapkan: “Labbaika ‘umroh”.

4) Khawatir tdk dapat menyelesaikan umroh karena sakit atau hal lain, boleh dg baca: “Allahumma mahilli haitsu habastani”.

5) Bertepatan dg waktu shalat wajib, shalat lalu berihram.

6) Perbanyak talbiah sambil keraskan suara (laki-laki) dan lirih (perempuan) sampai di Makkah, baca: “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”.

7) Anjuran mandi sebelum masuk Makkah.

8) Masuk Masjidil Haram, dahulukan kaki kanan sambil baca doa masuk masjid: “Allahummaf tahlii abwaaba rohmatik”.

9) Ke Hajar Aswad, menghadap sambil baca “Allahu akbar” / “Bismillah Allahu akbar”, usap dg tangan kanan dan menciumnya. Tidak memungkinkan mencium, cukup usap, cium tangan pengusap hajar Aswad. Tidak memungkinkan mengusap, cukup beri isyarat tangan, tdk perlu mencium tangan pemberi isyarat. Lakukan setiap putaran thawaf.

10) Thawaf 7 putaran, dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad. Berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.

11) Usap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Tidak perlu cium Rukun Yamani. Tidak memungkinkan mengusapnya, tdk perlu memberi isyarat tangan.

12) Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, baca: “Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar”.

13) Tidak ada dzikir tertentu saat thawaf, kecuali No. 12. Boleh baca al-Qur’an, do’a, atau dzikir disukai.

14) Tutup kedua pundaknya, ke makam Ibrahim sambil baca: “Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla”.

15) Shalat sunnah thawaf 2 raka’at di belakang Maqam Ibrahim, rakaat pertama setelah baca surat al-Fatihah, baca surat al-Kafirun dan pada raka’at kedua setelah baca al-Fatihah, baca surat al-Ikhlas.

16) Minum air zam-zam dan menyirami kepala dengannya.

17) Ke Hajar Aswad, takbir, mengusap dan menciumnya jika tdk memungkinkan atau mengusapnya atau beri isyarat kepadanya.

18) Ke Bukit Shafa, laksanakan sa’i umrah, dan jika mendekati Shafa, baca: “Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”. Lalu ucapkan, “Nabda’u bimaa badaa-allahu bih”.

19) Naik Bukit Shafa, menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya -jika hal itu memungkinkan-, baca: “Allahu Akbar (3x), Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulk walahul hamd, yuhyi wayumit wahuwa ‘ala kulli syai’in qadir, laa ilaaha illallahu wahdah anjaza wa’dah wanashoro abdah wahazamul ahzaaba wahdah”.

20) Ulang 3 kali dan doa di antara pengulangan itu.

21) Turun dari Shafa dan berjalan ke Marwah.

22) Berlari-lari kecil cepat dan sungguh² di antara 2 tanda lampu hijau di tempat sa’i bagi laki-laki, berjalan biasa dan naik ke Marwah.

23) Di Marwah, kerjakan seperti di Shafa (menghadap kiblat, takbir, baca dzikir pada No. 19 dan berdo’a, perjalanan Shafa ke Marwah, dihitung 1 putaran).

24) Turun ke Shafa, berjalan dan berlari, naik ke Shafa dan lakukan seperti semula.

25) Lakukan sampai 7 kali dg berakhir di Marwah.

26) Saat sa’i, tdk ada dzikir² tertentu, boleh dzikir, berdo’a, atau membaca bacaan² yg dikehendaki.

27) Jika baca do’a, “Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom”, tdk mengapa.

28) Tahallul, gundul lebih afdhal. Bagi wanita, cukup potong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

29) Umroh selesai dan boleh mengerjakan hal yg dilarang saat ihram.

Perlengkapan yang harus disiapkan

Buat Anda yang hendak berangkat menjalankan ibadah umrah ada beberapa barang perlengkapan yang wajib disiapkan.

Perlengkapan umrah ini tentu berbeda antara perempuan, laki-laki dan anak-anak.

Beberapa perlengkapan wajib Anda siapkan agar bisa menjalankan ibadah umrah dengan baik dan nyaman.

Meski ada perlengkapan yang sudah disiapkan oleh tour and travel, beberapa barang pribadi tetap harus kita persiapkan.

Dilansir dari laman website rabbanitour.com. adapun perlengkapan umrah yang diperlukan adalah :

Perlengkapan umrah untuk perempuan

  • Baju untuk sehari-hari sekiranya cukup untuk tiga hari tidak mencuci, karena biasanya ibadah umrah selama 9 – 15 hari dan sesuaikan juga dengan jadwal yang akan dilakukan di tanah suci.
  • Baju ihram.
  • Baju untuk tidur 2/3 stel, yang enak dan santai untuk dipakai.
  • Kaos kaki untuk dipakai sehari-hari, sehingga paling tidak membawa 3-4 pasang.
  • Buku do’a dan al-qur’an kecil, jika ada do’a yang masih perlu di hafal sehingga tidak kerepotan lagi Mukena, boleh dengan bawahannya, atau sekedar atasannya saja karena bawahannya bisa langsung dengan rok dan kaos kaki yang digunakan. Selama masih menutup aurat dengan benar.
  • Pakaian dalam diperkirakan cukup dipakai untuk 3 hari, jadi ada jeda waktu untuk memcucinya.
  • Pantyliner dan pembalut untuk persiapan jika tiba-tiba datang bulan,keputihan dan lain-lain sehingga dapat menghindari najis dan menghemat pakaian.
  • Alat mandi : shampoo, pasta gigi, sikat gigi, sabun mandi, sabun cuci muka, minyak wangi.
  • Alat make up : bawa yang biasanya dipakai saja seperti pelembab, hand body ,dan bedak yang biasa dipkai untuk perlindungan karena udara di sana kering.
  • Kaca mata dan masker, diperlukan ketika dalam perjalanan ke luar supaya terlindung dari panas sinar matahari dan juga debu.
  • Obat-obatan yang biasa digunakan sehingga tidak berlebihan. Misalnya minyak angin, obat magh, vitamin, suplemen/ vitamin, obat diare,obat flu, obat pusing.
  • Sendal dan sepatu santai yang bisa digunakan sehari-hari maupun bepergian.
  • Jaket untuk antisipasi jika diperlukan.

Perlengkapan umrah untuk laki-laki :

  • Sarung, 2 atau 3 buah
  • Baju ihram
  • Buku do’a dan Al-qur’an kecil
  • Alat mandi
  • Alat make up : seperti pelembab dan hand body
  • Sendal untuk sehari-hari
  • Jaket
  • Baju kaos untuk sehari-hari
  • Obat-obatan yang cocok/ biasa digunakan
  • Alat cukur
  • Celana panjang dan baju koko
  • Kaca mata dan masker
  • Untuk banyaknya dapat disesuaikan dengan jadwal yang akan dilaksanakan, sehingga barang bawaan tidak berlebihan maupun kekurangan.

Perlengkapan umrah untuk anak-anak

Perlengkapan umrah untuk anak-anak tentu hampir sama dengan orang tua atau dewasa, untuk alat mandi dan lain-lainnya.

Namun untuk anak-anak justru ada tambahan-tambahan yang lain seperti : susu, cemilan yang biasa disukai, botol susu, pampers, tissue dan jumlah baju relative lebih banyak karena anak-anak cenderung bajunya lebih cepat kotor.

Selain itu travel bag mini juga diperlukan untuk membawa perlengkapan si kecil saat dalam perjalanan atau berkegiatan.

Karena tidak menutup kemungkinan saat berkegiatan tiba-tiba si anak meminta susu atau mainannya.

Perlengkapan umrah ternyata sangat penting bukan? Oleh sebab itu persiapkanlah dengan baik. (*)

Penulis: Sesri
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved