Badan POM Dumai Musnahkan Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar

BPOM Dumai memusnahkan beragam kosmetik, obat tradisional, maupun makanan yang dinilai tak layak edar.

Badan POM Dumai Musnahkan Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar
tribun pekanbaru
Badan POM Dumai memusnahkan barang temuan ilegal berupa makanan, obat, dan kosmetik ilegal, Rabu (20/11). Barangyang dimusnakan bernilai Rp1,8 miliar. 

tribunpekanbaru.com - Kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Dumai, memusnahkan barang temuan ilegal dan barang titipan Kejaksaan Bengkalis dan BPOM Dumai. Pemusnahan ini dilakukan secara simbolis di Pendopo Sri Bunga Tanjung, Dumai, Rabu (20/11).

Barang yang dimusnahkan itu berupa makanan, obat-obatan, dan Kosmetik ilegal. Kegiatan itu dihadiri Kepala Kantor (Kakan) BPOM Dumai, Emi Amalia, perwakilan Kejaksaan Dumai dan Bengkalis, Dinas Kesehatan, Disperindag, serta undangan lainnya.

Kakan BPOM Dumai, Emi Amalia mengungkapkan, pemusnahan barang temuan ini merupakan kerjasama lintas sektor antara lain Polres, Dinas Perdagangan, serta Dinas Kesehatan Kota Dumai dan Bengkalis.

"Total temuan obat-obatan tradisional, kosmetik, dan pangan TMS berjumlah 340 sarana, 3.875 item, 101.008 botol/bungkus/kotak/pot, dengan total nilai ekonomi Rp1,8 miliar," kata Emi, Rabu (20/11).

Dikatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk menurunkan tingkat peredaran obat-obat tradisional, kosmetik, dan pangan ilegal atau mengandung bahan berbahaya, serta untuk melindungi kesehatan masyarakat dari risiko akibat pengunaan obat, kosmetik, maupun pangan yang tidak memenuhi syarat.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan penindakan sejak Bulan September sampai Oktober 2019 terhadap sarana distribusi obat, obat tradisional, kosmetik, dan pangan di wilayah Dumai dan Bengkalis.

Emi lantas mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama generasi milenial yang rentan terhadap potensi bahaya produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan pangan ilegal yang mengandung bahan berbahaya.

Masyarakat, sebutnya, juga harus lebih proaktif dalam memilih obat, obat tradisional, kosmetik, dan penganan. "Kemasan harus dalam keadaan baik, baca informasi pada label, dan terpenting pastikan ada izin edar BPOM serta cek masa kadaluarsanya," katanya mengingatkan.

"Masyarakat yang mencurigai adanya kegiatan produksi atau peredaraan obat, kosmetik, dan pangan ilegal di lingkungannya, dapat menghubungi unit layanan pengaduan konsumen (ULPK) Kantor BPOM Kota Dumai di nomor telepon (0765) 37792," tambahnya.

Sedangkan kepada pelaku usaha, Emi mengimbau agar terus menaati peraturan yang berlaku. Badan POM juga mendukung penuh peluku usaha untuk memproduksi dan mendistribusikan obat dan makanan yang aman dan bermanfaat, bermutu, serta berdaya saing tinggi. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved