Jalan Lintas Bono Tak Kunjung Bagus, Warga Empat Desa di Pelalawan Demo ke Kantor Gubernur

Warga yang menamakan diri Aliansi Pemuda Desa Kubangan, menggelar aksi damai ke Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru.

Jalan Lintas Bono Tak Kunjung Bagus, Warga Empat Desa di Pelalawan Demo ke Kantor Gubernur
tribun pekanbaru
Massa dari Aliansi Pemuda Desa Kubangan, diterima Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto, saat berunjuk rasa ke Kantor Gubernur Riau, Rabu (20/11). 

tribunpekanbaru.com - Puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Desa Kubangan, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, Rabu (20/11).

Massa dari Desa Kubangan ikni mendatangi kantor Gubernur Riau, dengan membawa sejumlah spanduk dan karton yang berisi tuntutan mereka.

Massa di antaranya menuntut agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dapat melakukan percepatan pembangunan Jalan Lintas Bono Kabupaten Pelalawan.

Sebelum melakukan aksi ini, warga sudah pernah mengadukan persoalan ini kepada DPRD Riau pada tanggal 28 Oktober 2019 lalu, dan ketika itu bertemu dengan Komisi IV DPRD Riau.

"Hari ini (kemarin) kami sengaja datang ke sini (Kantor Gubernur) untuk menagih janji Gubernur Riau yang akan menyelesaikan pekerjaan pembangunan Jalan Lintas Bono," kata salah seorang pengunjuk rasa.

Massa mengklaim, aksi ini melibatkan empat desa yang hingga saat ini masih belum dibangun jalan. Padahal jalan di empat desa ini merupakan Jalan Lintas Bono, yang melintasi Desa Sokoi, Desa Sungai Emas, Desa Labuhan Bilik, dan Desa Gambut Mutiara.

"Kami sangat menyayangkan jalan poros di empat desa tersebut tidak mendapatkan perhatian dari Pemprov Riau. Padahal jalan ini sudah dibuka sejak tahun 1997 silam," kata warga yang ikut dalam aksi ini.

Aksi yang berlangsung damai tersebut, disambut langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto.

Dihadapan para pendemo, Dadang mengungkapkan, pihaknya sejauh ini sudah memberikan perhatian lebih untuk jalan akses menuju Bono. Bahkan hampir setiap tahun selalu dianggarkan dana untuk pembangunan jalan menuju ke Bono.

"Selama ini tidak pernah kita meninggalkan jalan tersebut. Setiap tahunnya tidak pernah dibawah Rp50 miliar kita anggarkan untuk pembangunan jalan di daerah tersebut," katanya.

Bahkan di tahun 2017 lalu, pihaknya menggelontorkan dana hingga Rp120 miliar. Kemudian di tahun 2018 kembali digelontokan sebanyak Rp50 miliar. Sedangkan di tahun 2019 ini dianggarkan lagi sebanyak Rp50 miliar lebih.

"Jadi jalan ke Bono itu tetap kita perhatikan, bahkan itu menjadi prioritas utama," ujarnya. (smg)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved