Berita Riau

Saya Sudah Rugi Rp 50 Juta, Reki Mengeluh Tak Bisa Panen Sawit, Dampak Jalan Tol di Minas Siak Riau

Reki mengungkapkan secara materi sudah rugi sekitar Rp 50 juta lebih. Sawit di area itu menguning dan ada yang sudah kategori mati.

Saya Sudah Rugi Rp 50 Juta, Reki Mengeluh Tak Bisa Panen Sawit, Dampak Jalan Tol di Minas Siak Riau
Istimewa
Perkebunan sawit warga di kampung Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak tergenang air akibat pembangunan jalan tol, Rabu (20/11/2019). 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Perkebunan sawit milik warga di Kampung Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau yang dibelah jalan tol mengeluh.

Mereka tak bisa memanen kelapa sawit secara normal hingga merugi puluhan juta. Seperti yang dikeluhkan Reki Afrianto. 

"Awalnya keluarga kami punya kebun sawit yang baru berusia 13 sekitar 7 hektare. Karena kena pembangunan jalan tol sisa 5,5 hektare, tapi sekitar 2,5 hektare berada di seberang dan kami tak bisa panen ke sana," kata Reki Afrianto (31), pemilik kebun, Rabu (20/11/2019).

Lokasi perkebunannya berada di Jalan Arifin Ahmad, RT 03 RW 03 Minas Jaya. Selain tidak dapat memanen di lahan 2,5 hektare yang berada di seberang jalan tol, sisa kebun seluas 3 hektare juga tidak bisa dipanen secara normal.

"Saluran air menggenangi kebun kami, sejak jalan tol dibangun. Kondisinya sawit ada yang mati dan memanennya juga tidak bisa normal seperti sebelumnya," keluhnya.

Karena tidak dapat memetik penghasilan dari kebun sawit yang tersisa, keluarganya tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Malah berhutang pula pada toke-toke sawit.

Niatnya untuk memelihara sawit tersisa, namun karena terendam banjir buah yang dipanen tidak lagi seproduktif sediakala.

"Sawit -sawit di area itu sudah pada menguning dan ada yang sudah kategori mati. Secara materi saya sudah mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta lebih," kata dia.

Ia menceritakan, ada 10 orang di RW tersebut mengalami nasib serupa. Sebagian sudah ada yang menjual lahannya karena tidak sanggup memperbaiki kerusakan-kerusakan akibat dampak lingkungan pembangunan jalan tol tersebut.

"Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan langsung bersama-sama warga lain ke PT HKI (Hutama Karya Infrastruktur) namun hasilnya hanya janji sampai saat ini," ucap Reki.

Menurutnya, warga di Minas mendukung program pembangunan infrastruktur jalan tol tersebut. Namun ia berharap pemerintahkan tidak mengorbankan warga.

"Kalau sepertinya kami tentu menjadi korban atas pembangunan jalan itu. Harusnya pemerintah memikirkan dampak dari sebuah pembangunan agar masyarakat tidak dibuat susah," kata Reki.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved